SuaraSumbar.id - Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono kembali menegaskan profesional penyidik dalam menangani kasus Afif Maulana. Bocah 13 tahun ini ditemukan tewas di bawah Jembatan Kuranji, Kota Padang pada 9 Juni 2024.
Pernyataan profesional Polri ini disampaikan Suharyano usai pelaksanaan ekshumasi makam Afif Maulana, Kamis (8/8/2024) pagi. Hasil autopsi ulang jasad Afif Maulana diserahkan sepenuhnya kepada tim ahli forensik.
"Kami informasikan, Polri dalam ini Polda Sumbar, khusus penyidik Polresta Padang dibackup Ditreskrimum sampai saat ini melaksanakan penyelidikan secara profesional," kata Suharyano.
Suharyono mengatakan, Polri akan mengikuti proses ekshumasi secara profesional dan prosedural. Ia tidak ingin menduga-duga apabila nanti hasil autopsi ulang berbeda.
"Kami tidak ingin menduga-duga, kita serahkan ke ahlinya. Kita sudah sama-sama saksikan. Kita akan ikuti proses ini secara profesional dan prosedural. Kami yakin, kami akan mengikuti apa yang menjadi agenda dari ekshumasi ini," tegasnya.
Dikatakannya pelaksanaan ekshumasi ini merupakan hal yang wajar. Ini untuk memastikan bagaimana proses hukum tetap berjalan.
"Dan kami yakini, kami tetap tegak lurus, kami tidak merekayasa, kami akan profesional menangani hal ini. Termasuk penangan ekshumasi yang berjalan ini, itu bagian dari profesional pekerjaan bahwa memang kami harus mengikuti prosedur dari berbagai pihak akhirnya mengharapkan hari ini dilaksanakan ekshumasi," ungkapnya.
Autopsi ulang jasad Afif Maulana akan dilakukan di RSUP M Djamil Padang. Ada lima orang dokter forensik yang tergabung dalam Persatuan Dokter Forensik dan Medikolegal Indonesia (PDFMI) terlibat.
Suharyono menyebutkan para tim ahli adalah dokter profesional. Tidak satupun dari Polri terlibat dalam autopsi ulang.
"Karena semua yang menangani dokter forensik yang sudah profesional, yang sudah puluhan tahun melakukan pekerjaan seperti ini," pungkasnya.
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
-
Titik Balik Kasus Kematian Sutrimo: Mengapa Keluarga Akhirnya Memilih Lapor Polisi?
-
Kasus Naik ke Penyidikan, Benarkah Sutrimo Karumga Febrie Jadi Korban Pembunuhan Berencana?
-
Ekshumasi Jasad Sutrimo Digelar 12 Agustus, Kasus Naik ke Penyidikan Dugaan Pembunuhan
-
Ekshumasi Jadi Opsi! Polisi Bakal Bongkar Makam Sutrimo Demi Ungkap Tabir Kematian
-
Kisah Afif Maulana Mengiringi Peringatan Hari Anti Penyiksaan Sedunia di Padang
Terpopuler
- 10 Pantangan Feng Shui Rumah yang Sebaiknya Dihindari, dari Pintu hingga Kamar Mandi
- 3 HP Xiaomi RAM 8 GB Murah di Bawah Rp1 Juta, Ini Pilihannya
- 4 Rekomendasi Merk Rice Cooker yang Awet dan Bagus untuk Pemakaian Jangka Panjang
- Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
- Feng Shui Rumah Menghadap Utara, Lakukan 4 Tips Ini agar Energi Seimbang dan Bawa Hoki
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Maknai Kemerdekaan, Danantara melalui BRILink Agen Perluas Akses Keuangan hingga Pelosok Negeri
-
Semalaman Terombang-ambing, Nelayan Painan Ditemukan Selamat di Perairan Lakitan Selatan
-
Pria di Sumbar Jual Kekasih Lewat MiChat untuk Layani Pelanggan
-
3 Bahan Saja! Resep Camilan Sehat Gunakan Pisang dan Cokelat
-
BRI Dukung Pengelolaan Kas Negara Lewat Dana SAL, Perkuat Fungsi Intermediasi Perbankan