SuaraSumbar.id - Jalan nasional Padang-Bukittinggi di kawasan Lembah Anai, Tanah Datar, Sumatera Barat (Sumbar), membutuhkan jembatan layang atau flyover. Diketahui, jalan tersebut putus total sejak diterjang banjir lahar dingin Gunung Marapi beberapa waktu lalu.
"Kalau kita merujuk pada sejarah, kawasan itu sudah empat kali rusak parah akibat bencana banjir bandang. Artinya, ke depan potensi bencana itu masih bisa terjadi dan bisa memakan banyak korban jiwa, karena itu diperlukan flyover di daerah itu sebagai langkah antisipasi," kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Sumbar, Medi Iswandi, Jumat (31/5/2024).
Menurut Medi, berdasarkan penelusuran, kawasan Lembah Anai pernah luluh lantak oleh banjir bandang pada tahun 1892, kemudian pada 1903, lalu pada 2021, dan terakhir pada 11 Mei 2024.
"Bencana banjir bandang yang terakhir terjadi adalah pada malam hari saat lalu lintas kendaraan sudah mulai sepi. Demikian juga dengan Taman Wisata Air di lokasi itu, sudah tutup. Itupun korban jiwa sudah banyak. Tidak dapat dibayangkan bila terjadi pada siang hari saat kondisi ramai. Entah berapa ratus nyawa yang berpotensi jadi korban," katanya.
Ia menyebut data Dinas Perhubungan Sumbar, setiap hari lalu lintas kendaraan yang melewati jalur itu mencapai 12-14 ribu. Jika terjadi bencana saat lalu lintas padat, akan sangat berbahaya.
Ia menilai persoalan di Lembah Anai bukan lagi hanya menyangkut bencana yang dapat merusak infrastruktur, tetapi bencana yang berpotensi merenggut banyak nyawa.
Karena itu kebutuhan flyover di Lembah Anai sudah menjadi kebutuhan yang mendesak.
"Kita di Indonesia memandang keselamatan rakyat merupakan hukum tertinggi -salus populi suprema lex- dan keselamatan jiwa-jiwa adalah hukum yang utama -salus animarum suprema lex- yang harus dijamin oleh negara dan diwujudkan nilai-nilainya oleh lembaga-lembaga negara dan pemerintahan," katanya.
Menurutnya, jika flyover yang cukup tinggi dibangun di kawasan itu, maka walaupun terjadi bencana, setidaknya tidak akan merenggut korban jiwa.
Sejalan dengan hal itu, kata Medi, keberadaan Taman Wisata Air di kawasan itu juga sangat tidak laik dan harus dihentikan secara total.
Ia mengatakan, kebutuhan akan flyover itu telah disampaikan oleh Gubernur Sumbar, Mahyeldi kepada Presiden Joko Widodo saat meninjau bencana di Sumbar.
"Gubernur juga sudah menyurati Presiden Joko Widodo secara resmi," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Pesona Air Terjun Lembah Anai, Sambut Wisatawan di Jalur Padang Bukittinggi
-
Presiden Restui Pembangunan Tol Lembah Anai, Kementerian PU Siapkan Studi Kelayakan!
-
Menuju Pulihnya Jalur Lembah Anai: Upaya Kelancaran Logistik Ranah Minang
-
Melihat Upaya Pemulihan Jalan Lembah Anai, Jaga Konektivitas Stabilitas Pangan
-
Demi Keselamatan! Polisi Minta Masyarakat Tidak Lewati Lembah Anai, Nekat Terobos Bakal Ditilang
Terpopuler
- Urutan Skincare Pagi Viva untuk Anti-Aging Usia 40 Tahun ke Atas, Rawat Kulit Awet Muda
- Sempat Diamankan saat OTT, Sestama BNPB Rustian Kini Diperiksa KPK di Gedung Merah Putih
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Ramai Tren Downgrade Lifestyle, Desainer Pilih Bedakan Produk Retail dan Wastra
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
-
RM Soeharjo Djajengasmoro: Tokoh Penting Pemuda yang Didepak dari Kampus Sendiri karena Ijazah
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar