SuaraSumbar.id - Sejumlah warga terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi di Sumatera Barat (Sumbar) bermalam di pengusian. Salah satunya, berada di bangunan SDN 08 Kubangduo di Nagari Bukik Batabuah, Kabupaten Agam.
Kawasan Bukik Batabuah cukup parah terdampak banjir lahar dingin. Banyak rumah warga rusak, begitupun fasilitas umum. Bahkan, kendaraan milik warga terbawa arus hingga ke atap rumah dan ke tengah sawah.
Tidak ada barang berharga yang bisa diselamatkan warga. Mereka pun akhirnya bermalam di pengusian yang juga menjadi pusat posko bencana.
Seorang korban terdampak, Linda Wati, mengaku histeris saat detik-detik bencana alam ini melanda kampung halamannya. Jeritan minta tolong terdengar keras malam itu.
"Jeritan korban itu, Ya Allah Ya Robbi. Minta tolong, minta tolong semua," katanya di posko pengungsian, Minggu (12/5/2024) malam.
Linda menyebutkan terjangan banjir lahar dingin begitu cepat. Bahkan menurutnya, ini yang terparah dari bencana sebelumnya.
"Proses banjir lahar dinginnya begitu cepat. Lebih parah dari sebelumnya," ungkapnya.
Mewakili para korban bencana, Linda, meminta doa kepada seluruh masyarakat Indonesia. Mudah-mudahan ini bencana terakhir, tidak terulang kembali.
"Doakan kami, mudah-mudahan ini yang terakhir. Jangan terulang lagi. Kami minta doa, biar selamat," imbuhnya.
Diketahui, korban jiwa banjir lahar dingin Gunung Marapi dilaporkan mencapai 37 orang. Data tersebut tercatat hingga pukul 17.00 WIB, Minggu (12/5/2024).
Kepala Basarnas Padang, Abdul Malik mengatakan, 37 korban jiwa itu tersebar di dua daerah terdampak banjir lahar dingin Gunung Marapi.
"Total korban meninggal menjadi 37 orang. Semua sudah di evakuasi ke RSAM Bukittinggi, RSUD Batusangkar dan RS Bhayangkara," katanya.
Selain itu, kata Abdul Malik, ada pula sejumlah korban jiwa yang sudah dibawa pihak keluarga untuk segera dimakamkan.
Saat ini, pencarian korban masih berlangsung. Menurutnya, tidak tertutup kemungkinan akan ada lagi korban jiwa dalam bencana alam tersebut.
"Tim SAR gabungan masih berada di lapangan untuk mencari korban lain yang terkena banjir di dua kabupaten itu," pungkasnya.
Berita Terkait
-
Ratusan Rumah Luluh Lantak, Pemkab Agam Membutuhkan 525 Huntara Bagi Korban Banjir
-
Kisah Pria Sampai Sewa Alat Berat Sendiri, Demi Temukan Jasad Ibu yang Tertimbun Longsor di Agam
-
Update Terbaru Banjir Bandang dan Longsor Agam: 86 Orang Meninggal, 88 Orang Hilang, 2.500 Mengungsi
-
Video Longsor dan Banjir Bandang Terjang Danau Maninjau, Rumah Hancur dan Jalan Amblas
-
Detik-detik Warga Agam Bertemu Harimau Sumatera Saat Buru Babi, Tubuh Gemetar di Atas Pohon Setinggi 15 Meter!
Terpopuler
- 5 Cushion Terbaik dan Tahan Lama untuk Kondangan, Makeup Flawless Seharian
- 5 Sepeda Lipat Murah Kuat Angkut Beban hingga 100 Kg: Anti Ringkih dan Praktis
- 5 Body Lotion untuk Memutihkan Kulit, Harga di Bawah Rp30 Ribu
- 5 HP Infinix Kamera Bagus dan RAM Besar, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- 5 HP Samsung Kamera Bagus dan RAM Besar, Pas buat Multitasking
Pilihan
-
Konflik Geopolitik Tak Pernah Belanja di Warung, Tapi Pelaku UMKM Semarang Dipaksa Akrobat
-
Kenapa CFD di Kota Lain Lancar, Tapi Palembang Macet? Ini Penyebab yang Terungkap
-
JK Dilaporkan ke Polisi, Juru Bicara Jelaskan Konteks Ceramah
-
AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
-
Balas Rhoma Irama, LMKN Jelaskan Akar Masalah Royalti Musik Dangdut Jadi Rp25 Juta
Terkini
-
BMKG Pasang Alat Canggih di Padang-Pariaman, Pelayaran Makin Aman
-
Kosmetik Ilegal Dijual Rp35 Ribu di Marketplace Terbongkar, 3 Orang Ditangkap
-
Di Balik Keindahan Sitinjau Lauik, Ada Jalur Ekstrem yang Mematikan
-
Truk Angkut Semen Terbalik di Sitinjau Lauik Dekat Lokasi Rombongan Arteria Dahlan Berfoto
-
2 Polisi Kawal Rombongan Arteria Dahlan Berfoto di Tikungan Sitinjau Lauik Diperiksa Propam