SuaraSumbar.id - Universitas Andalas (Unand) Sumatera Barat (Sumbar) menggencarkan pengolahan sampah organik yang berasal dari sampah di kampus tersebut menjadi sumber energi baru terbarukan.
"Unand melihat sampah ini sebagai aset yang dapat kita olah menjadi sumber energi baru terbarukan," kata Rektor Unand Efa Yonnedi, Rabu (8/5/2024).
Unand telah memiliki Pusat Pengolahan Sampah Terpadu (PPST) yang berhasil mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif. Berbagai produk yang dihasilkan di antaranya pelet.
Bahkan, kampus tertua di luar Pulau Jawa tersebut telah menjalin kerja sama dengan PT Semen Padang yang menampung sampah-sampah organik berupa daun-daun kering menjadi residu biomassa kering.
Selain pelet dan residu biomassa, Unand juga sedang mengupayakan pengolahan energi baru terbarukan tersebut berupa biji plastik, pupuk organik dan lain sebagainya.
"Sampah yang dihasilkan di Unand akan diolah agar bernilai ekonomis," ujarnya.
Eks konsultan Bank Dunia tersebut mengatakan pengolahan sampah menjadi energi baru terbarukan perlu terus digencarkan untuk mewujudkan net zero emission.
Khusus di Ranah Minang, Efa Yonnedi melihat persoalan sampah perlu penanganan khusus dan kebijakan yang berkelanjutan oleh pemangku kepentingan. Sebagai contoh penutupan sementara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Regional Payakumbuh.
"Kasus TPA Regional di Payakumbuh ini harus menjadi perhatian bersama. Kita semua harus bergerak cepat mencari solusi penanganan sampah ini," ujarnya.
Terpisah, Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh Jasman mengatakan pemerintah daerah terus mengupayakan solusi jangka panjang untuk permasalahan TPA Regional sampah yang akan ditutup pada Mei 2024.
"Sekarang kita masih bisa membuang sampah di TPA Regional Payakumbuh yang dikelola Pemerintah Provinsi Sumbar. Tapi batas waktunya hanya sampai Mei 2024. Kita harus cari solusi jangka panjang," katanya. (Antara)
Tag
Berita Terkait
-
Direktur Pegadaian Bagikan Pengalaman Karier Dalam "Alumni Calling" Indonesia Punya Kamu 2026
-
Mengapa Pemerintah Izinkan PLN Lakukan Pengeboran Gunung Ungaran di Tengah Surplus Listrik?
-
Menghidupkan AI Indonesia: Solusi Kemajuan atau Penyedot Fosil?
-
Konferensi Republik Hasilkan 5 Seruan, Soroti Krisis Kepemimpinan hingga Menyempitnya Ruang Sipil
-
BPJS Ketenagakerjaan dan Universitas Andalas Kolaborasi melalui Kurikulum dan Pengabdian Masyarakat
Terpopuler
- 5 Moisturizer yang Cocok untuk Kulit Kering dan Kusam di Usia 40 Tahun ke Atas
- 4 HP Kamera 200 MP Under Rp5 Juta untuk Foto dan Video Kualitas Tinggi
- 5 Lipstik Wardah yang Tahan Lama Saat Hujan dan Tidak Mudah Luntur Saat Makan
- 3 Sepatu Lari Lokal untuk Full Marathon, Ini Spesifikasi dan Harganya
- Sering Dijual Lebih Murah, Apakah Sepatu di Sports Station Ori?
Pilihan
-
Resmi, MA Putuskan Suket Penyetaraan Ijazah Gibran Tidak Sah
-
Kembangkan AURA, Suara.com Raih AMSI Awards 2026 di Bidang Inovasi Produk dan Pemanfaatan AI
-
Salib Merah Besar ala Film 'Pesta Babi' Hiasi Demo Mahasiswa di Dukuh Atas, Ini Maknanya
-
Tertahan di Gedung UOB, Ketegangan Pecah Saat Mahasiswa Ngotot Tembus Bundaran HI
-
Lepas Jaket Almamater, Mahasiswa Melebur dalam Aksi di Bundaran HI
Terkini
-
Satpol PP Padang Pariaman Tertibkan Kafe Karaoke-Kedai Tuak, Sejumlah Barang Bukti Disita
-
Kinerja Solid dan Inovasi Digital Antar BRI Raih 4 Penghargaan Bergengsi
-
Ini Makanan Kaya Serat yang Bantu Turunkan Kolesterol
-
Bareskrim Tetapkan 20 Koperasi Jadi Tersangka Karhutla
-
Terjepit di Sela Tiang Rumah Selama 2 Jam, Perempuan 19 Tahun di Padang Dievakuasi Damkar