SuaraSumbar.id - Banjir melanda Desa Namo Buaya, Kecamatan Sultan Daulat, Kota Subulussalam, Aceh, pada Sabtu 4 Mei 2024 dini hari. Banjir yang terjadi akibat hujan deras disertai angin kencang tersebut menyebabkan 210 jiwa warga terdampak. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.
"Kondisi terakhir air masih menggenangi rumah warga," kata Plt Kepala Pelaksana BPBA Fadmi Ridwan, melansir Antara, Minggu (5/5/2024).
Menurut Fadmi, BPBD Subulussalam telah menyiagakan tim reaksi cepat untuk tetap berada di lokasi banjir untuk memantau ketinggian banjir, sekaligus berkoordinasi dengan pihak perangkat gampong dan instansi terkait.
Prakirawan BMKG Kelas I Sultan Iskandar Muda Putri Rizki Afriza menyebut warga wilayah barat selatan Aceh diminta tetap mewaspadai potensi banjir dan bencana hidrometeorologi lainnya dalam beberapa hari ke depan.
"Waspada untuk masyarakat di wilayah barat selatan Aceh karena masih dapat terjadi hujan sedang hingga lebat yang dpt disertai kilat petir dan juga angin kencang yang dapat menyebabkan banjir dan tanah longsor," jelasnya.
Potensi curah hujan ini dipicu aktifnya beberapa fenomena cuaca di wilayah Indonesia bagian barat, seperti MJO fase tiga, gelombang kelvin, shearline dan konvergensi.
Selain itu, hangat suhu permukaan laut di wilayah Samudera Hindia Bagian Barat mengakibatkan meningkatnya potensi pertumbuhan awan hujan di sebagian wilayah Aceh.
Beberapa daerah dengan potensi hujan hingga lebat itu yakni Aceh Barat Daya, Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Jaya, Aceh Barat, Subulussalam, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Aceh Tengah, Aceh Tamiang, dan Pidie.
"Waspada potensi bencana banjir, tanah longsor, angin kencang dan lainnya akibat hujan lebat yang terus - menerus maupun dengan durasi lama," katanya.
Berita Terkait
-
Setelah 4 Tahun Terendam, Jalan Cipayung-Pasir Putih Akhirnya Dibuka Lagi
-
Karhutla Picu Kabut Asap, Kualitas Udara Sumsel Masuk Tahap Peringatan
-
Menolak Bantuan Asing di Tengah Gempa NTT: Kedaulatan Bangsa atau Sekadar Gengsi?
-
Tragedi Bencana di Luar Jawa: Saat Nyawa Korban Tersandera Birokrasi dan Rantai Pasok Pusat
-
Jumlah Pengungsi Gempa NTT Terus Naik, Sudah Capai 92.735 Orang
Terpopuler
- Kinerja Tim Komunikasi Buruk, Prabowo Diingatkan Segera Reshuffle Seskab Teddy hingga Kapolri
- Ruben Onsu Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penipuan, Bakal Dipanggil Polisi Minggu Depan
- 20 Kode Redeem FF Aktif 20 Agustus 2026: Klaim Item Langka dan Bundle Spesial
- Lawan Pernyataan Eki Pitung, Pemuda Kaum Betawi Percaya dengan Warga Pati yang Demo 27 Agustus
- Anggaran Bencana Tak Ditemukan, Istana Malah Beli Merpati Rp305 Juta untuk Perayaan HUT ke-81 RI
Pilihan
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
Terkini
-
Dari Prompt hingga Strategi Bisnis, Buku Baru Dr. Dini Fronitasari Sasar Pelaku UMKM
-
IHR Merdeka Cup dan Sarga Festival Hadir di Sumatera Barat, Rayakan Semangat HUT ke-81 RI
-
WN India Ditangkap Polda Sumbar, Jual Emas dari Tambang Emas Ilegal ke Malaysia
-
BRI Borong Enam Penghargaan di Asia's Best Companies dan Finance Asia Awards 2026
-
Truk Rem Blong Kecelakaan di Silaing Bawah, Satu Korban Terjepit