SuaraSumbar.id - Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan peringatan terhadap potensi bahaya yang bisa ditimbulkan oleh aktivitas Gunung Tandikat di Sumatera Barat, khususnya terkait dengan konsentrasi gas berbahaya di sekitar kawah yang dapat meningkat secara mendadak.
Hal ini diungkapkan oleh Kepala PVMBG, Hendra Gunawan, menyusul evaluasi yang dilakukan selama periode 1-31 Maret 2024.
Menurut Hendra, meskipun pengamatan visual terhadap kawah Gunung Tandikat tidak menunjukkan adanya aktivitas vulkanik signifikan, seperti hembusan gas atau aktivitas lain dari kawah utama, namun aktivitas kegempaan yang terjadi didominasi oleh gempa tektonik.
Hal ini mengindikasikan adanya mekanisme peretakan batuan yang tidak disertai pergerakan fluida atau batuan, gas, cairan ke permukaan yang lebih dangkal.
"Kami ingin masyarakat menyadari potensi ancaman dari gas-gas beracun di sekitar kawah yang bisa meningkat secara tiba-tiba," ujar Hendra Gunawan pada Rabu, 3 April 2024.
Berdasarkan pengamatan visual dan instrumental hingga akhir Maret 2024, aktivitas Gunung Tandikat masih berada pada Level I (Normal).
Namun, masyarakat di sekitar dan pengunjung atau wisatawan diimbau untuk membatasi aktivitas di dekat kawah aktif, tidak berlama-lama atau bermalam di area tersebut, dan menghindari mendekat ke lubang tembusan gas berbahaya.
PVMBG juga menekankan pentingnya menjaga kondusivitas di lingkungan masyarakat, tidak menyebarkan informasi bohong atau hoax, dan selalu mengikuti arahan dari Pemerintah Daerah.
Pemerintah Daerah Kabupaten Padang Pariaman dan Kabupaten Agam di Sumatera Barat diharapkan senantiasa berkoordinasi dengan PVMBG di Bandung atau dengan Pos Pengamatan Gunung Tandikat untuk mendapatkan informasi terbaru terkait aktivitas gunung tersebut.
Baca Juga: Gempa Hembusan Gunung Marapi Naik 1,5 Kali Lipat
Masyarakat dan instansi terkait lainnya diimbau untuk memantau perkembangan aktivitas dan rekomendasi terkait Gunung Tandikat melalui aplikasi/website Magma Indonesia dan media sosial PVMBG.
Tingkat aktivitas gunung akan terus dievaluasi secara berkala atau jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan.
Kontributor : Rizky Islam
Berita Terkait
-
Gempa Hembusan Gunung Marapi Naik 1,5 Kali Lipat
-
Aktivitas Gunung Marapi Sumbar Cenderung Meningkat
-
Warning PVMBG: Gunung Marapi di Sumbar Masih Berstatus Siaga
-
PVMBG Pantau Kawah Puncak Gunung Marapi dengan Thermal Drone, Begini Hasilnya
-
Aktivitas Gunung Marapi di Sumbar Masih Tinggi, PVMBG Minta Warga Jauhi Radius 4,5 Kilometer
Terpopuler
- Masuk Red Notice Interpol, Erick Soedjasa Ditangkap Bareskrim di Bandara Juanda
- Skandal Biksu Thailand Viral: Dana Kuil Rp46 M Raib, Emas 16 Kg Disita hingga Rekaman Tak Senonoh
- Arti Weton Bumi Kapetak Menurut Primbon Jawa: Karakter Tangguh dan Tahan Banting Menuju Sukses
- Berapa Harga Oven Mini? Cek 9 Rekomendasi Merek Berkualitas dan Kisarannya
- 8 Cara Mudah Membersihkan Panci Gosong dan Berkerak agar Kembali Kinclong
Pilihan
-
Bencana Alam Tak Bisa Dihitung dengan Kalkulator
-
Cucu Diduga Bunuh Nenek di Palembang, Pelarian Pelaku Hanya Bertahan 50 Menit
-
Pakar UNS Soroti Pemangkasan Anggaran Kebencanaan: Negara Kita Suka Kejadian Dulu Baru Dikaji!
-
Catat! Jadwal Resmi Timnas Indonesia di FIFA ASEAN Cup 2026: Lawan Malaysia di SUGBK
-
Rp11 Triliun Disiapkan untuk Isi Rekening Massal, Seorang Dapat Berapa?
Terkini
-
5 Tahun Holding Ultra Mikro, Perkuat Ekosistem UMKM
-
Raih Penghargaan, BRI Dorong Transformasi Digital Lewat BRImo Taiwan
-
DPLK BRI Tegaskan Komitmen ESG Lewat Raihan Kehati ESG Award 2026
-
Dukung Arahan Prabowo, BRI Siap Perluas Rekening Perbankan Masyarakat
-
BRI Multiguna Pre-Approved, Pembiayaan Praktis Bagi Nasabah Terpilih