Scroll untuk membaca artikel
Suhardiman
Minggu, 27 Agustus 2023 | 13:34 WIB
Ardines, tante Josi Putri Cahyani, pelajar yang tewas di Jepang. [Suara.com/Saptra S]

Tangis Ardines tampak tertahan. Sesekali ia membolak-balikkan album foto yang terdapat kenangan Josi di momen pesta pernikahan saudaranya.

Perempuan 53 tahun ini masih tak menyangka anak pintar dan ceria yang dikenalnya itu telah pergi untuk selamanya. Padahal, pagi 17 Agustus sebelum dinyatakan hilang kontak, Josi sempat telepon dengan neneknya.

Josi saat itu menanyakan kabar dan memberitahu bahwa dirinya sudah mendapatkan pekerjaan. Dirinya juga berniat ingin kirim uang untuk nenek.

"Sama neneknya teleponan tanggal 17 pagi itu. Sorenya, nomor teleponnya tidak aktif lagi," ucap Ardines.

Baca Juga: Gubernur Khofifah Paparkan Kekuatan Jatim Sebagai Pusat Gravitasi Indonesia

Kasih sayang nenek kepada Josi begitu dalam. Pesan yang selalu disampaikan kepada cucunya untuk agar dapat menjaga diri dan berhati-hati di negeri orang.

Ardines mengakui, Josi merupakan anak yang memiliki jiwa sosial yang tinggi dan mudah akrab dengan orang. Dirinya tak menampik Josi pernah bercerita kepada adiknya bahwa memiliki seorang teman yang baru dikenal di Jepang.

Teman yang dimaksud adalah Keiichiro Kajimura (40), pria pengangguran yang telah ditangkap yang diduga mengetahui tentang kematian Josi.

Namun dalam hal ini, keluarga membantah keras hubungan Josi dengan Keiichiro Kajimura merupakan pacaran. Ardines menegaskan, keduanya hanya baru kenal lalu diculik.

"Josi pada musim panas liburan untuk pergi ke taman. Lalu kenal sama laki-laki ini. Dia (Keiichiro Kajimura) mengaku pengangguran. Disebutnya umurnya tinggal enam bulan lagi," cetusnya.

Baca Juga: India Setop Ekspor, Begini Cara Pemerintah Pasok Gula Biar Tak Langka

Josi selalu bercerita kepada keluarga, ia mendapat ancaman oleh teman kenalannya yakni Keiichiro Kajimura. Apalagi, setelah ajakan menikah ditolak mentah-mentah oleh Josi.

Load More