SuaraSumbar.id - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) mengaku akan mengupayakan perdamaian dalam menangangi kasus seorang ustaz berinisial HEH yang diduga menghina ormas Muhammadiyah sama dengan Syiah di media sosial. Hal ini dilakukan agar tidak menimbulkan permusuhan.
"Ya diupayakan untuk berdamai. Supaya tidak meluas. Biar sudah lah, berdamai saja. Biar tidak ada lagi permusuhan-permusuhan," ujar Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Dwi Sulistyawan, Selasa (2/5/2023).
Menurut Dwi, kasus ini telah dilimpahkan dari Polres Payakumbuh ke Polda Sumbar. Selanjutnya, akan diupayakan mediasi perdamaian.
Namun, kata Dwi, pihak kepolisian hanya memfasilitasi apabila kasus ini bisa didamaikan. Apabila Muhammadiyah Sumbar tetap ingin lanjut proses hukum, akan ditindaklanjuti.
"Ya lanjut, kalau pihak Muhammadiyah minta lanjut, kami lanjutkan. Kalau tidak mau didamaikan. Polisi memfasilitasi untuk berdamai," jelasnya.
Sebelumnya, kasus dilaporkan Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM) Kota Payakumbuh ke Polres Payakumbuh.
Pelaporan itu dipimpin oleh Ketua PDPM Kota Payakumbuh, Ali Anhar Dt. Lelo yang telah teregister dalam laporan polisi nomor ADUAN/95/4/2023/SPKT/POLRES PAYAKUMBUH.
Laporan itu berawal dari status media sosial Facebook akun Hafzan El Hadi pada Jumat (21/4/2023). Akun tersebut menyinggung soal Muhammadiyah yang mengarah kepada pencemaran mana baik organisai.
"Yang masih menganut sekte Muhamm*diyah biar melek, ini sisi kesamaannya dengan Syi'ah. Ber-Islam lah tanpa Ormas," begitu narasinya sembari menyematkan video Ustaz Farhan Abu Furaihan.
Baca Juga: Desak Pelaku yang Ceburkan 2 Wanita Pemandu Karaoke ke Laut Serahkan Diri, Polda Sumbar: Kami Cari!
Kontributor: Saptra S
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Danantara dan BRI Tegaskan Peran Strategis Bangun Ekonomi Indonesia
-
HUT ke-81 RI, Bendera Raksasa Berkibar di Tebing Lembah Harau Sumbar
-
Tips Jaga Tahan Tubuh untuk Cegah ISPA di Musim Kemarau
-
Di Tengah Gempa Bumi Flores, BRI Jaga Layanan Perbankan dan Pastikan Bantuan BRI Peduli Hadir
-
BRI KKB Expo 2026, Kesempatan Baru Miliki Mobil Impian