"Sembuh total tentu tidak, tapi bisa lancar beraktivitas dan tidak sakit lagi. Sejak awal saya memang tidak mau berobat medis karena takut. Kalau kakak yang meninggal itu maunya berobat ke dokter," katanya.
Lulusan SMK jurusan bangunan itu punya alasan tersendiri memilih membantu kaum duafa penderita kanker. Semua tak terlepas dari pengalaman pahitnya ketika menemani sang kakak berobat ke RS Achmad Mochtar (RASM) Bukittinggi. Sekitar setahun lamanya Iis pulang-balik ke Bukittinggi yang berjarak sekitar 75 Km dari kediamannya.
Kontrol untuk pengobatan kanker payudara kakaknya tidak bisa selesai sehari. Dengan begitu, Iis pun harus menginap di sekitaran RSAM Bukittinggi. "Kontrolnya dua kali sebulan, tapi tidak dirawat," katanya.
Iis tidak punya keluarga di Bukittinggi. Untuk tidur di penginapan pun ia tak punya uang. Jalan satu-satunya agar bisa berobat adalah tidur di emperan rumah sakit. Kadang-kadang ia tidur di mushala.
Baca Juga: Pertamina Sebut Pasokan BBM dan LPG di Sumbar Aman Selama Libur Nataru
Selama itu pula Iis merasakan pahitnya jadi orang yang tak berpunya. Beruntung dia mendapatkan banyak belas kasihan orang. Banyak cerita-cerita haru selama di RS yang tak luput dari ingatannya. "Saya dikasih uang orang-orang yang tak saya kenal. Mereka kasihan sama kami yang berjuang berobat, tapi untuk makan saat di RS pun kami tak ada," katanya.
Setelah merasa sembuh dan kembali normal beraktivitas, Iis pun mencari cara membantu penderita kanker yang kurang mampu. Paling tidak, kata Iis, ia bisa meringankan beban keluarga yang ditinggalkannya di rumah. Sebab, meski biaya pengobatan di RS kini dibantu BPJS Kesehatan, biaya kehidupan sehari-hari atau biaya keluarga yang menemani pasien berobat perlu juga dibantu. Apalagi kalau mereka hanya buruh yang gaji hidup jika sedang bekerja.
"Saya merasakan betul manfaat bantuan orang lain saat menemani kakak kontrol dan kemoterapi. Saat itu, saya juga menahan sakit kanker payudara," kenangnya.
Setelah hadirnya komunitas S3 itu, Iis mampu menghimpun banyak dana untuk membantu penderita kanker yang kesusahan. Bahkan, ia sampai mengirim pasien kanker berobat hingga ke Rumah Sakit Kanker Dharmais.
Bantu Semua Orang Susah
Baca Juga: Dua Rumah di Bukit Tinggi Terbakar, Begini Kejadiannya
Gerakan S3 Sri Chandra awalnya hanya untuk membantu pasien penderita kanker yang kesulitan biaya. Seiring berjalan waktu, gerakan sedekah itu pun meluas hingga membantu semua kaum duafa di daerah tempat tinggalnya. Namun, kebanyakan yang menerima manfaat gerakan itu adalah orang-orang yang sedang sakit.
Berita Terkait
-
PT KAI Datangkan 12 Unit Kereta Baru untuk Perkuat KA Pariaman Ekspres
-
Kulineran di Pariaman? Ini 4 Kuliner Andalan yang Harus Dicicipi!
-
Melihat Proses Evakuasi Harimau Sumatera Pemakan Ternak di Agam
-
Jadwal Buka Puasa Kota Padang Hari Ini, 8 Maret 2025
-
Mudik Lebaran Gratis 2025 ke Sumbar Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftarnya
Tag
Terpopuler
- Kode Redeem FF 2 April 2025: SG2 Gurun Pasir Menantimu, Jangan Sampai Kehabisan
- Ruben Onsu Pamer Lebaran Bareng Keluarga Baru usai Mualaf, Siapa Mereka?
- Aib Sepak Bola China: Pemerintah Intervensi hingga Korupsi, Timnas Indonesia Bisa Menang
- Suzuki Smash 2025, Legenda Bangkit, Desain Makin Apik
- Rizky Ridho Pilih 4 Klub Liga Eropa, Mana yang Cocok?
Pilihan
-
4 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Free Fire, Terbaik April 2025
-
9 Rekomendasi HP Murah Rp 2 Jutaan Lancar Main Game, Terbaik April 2025
-
Seharga Yamaha XMAX, Punya Desain Jet: Intip Kecanggihan Motor Listrik Masa Depan Ini
-
Demi Jay Idzes Merapat ke Bologna, Legenda Italia Turun Gunung
-
Misi Mathew Baker di Piala Asia U-17 2025: Demi Negara Ibu Tercinta
Terkini
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI
-
Tragis! Penumpang Bus ALS Meninggal di Dharmasraya, Saksi Ungkap Detik-Detik Terakhir!
-
Daftar 5 Ruas Tol Trans Sumatera Gratis Arus Balik Lebaran 2025, Tol Padang-Pekanbaru Paling Sibuk!
-
Kronologi Nenek dan 2 Cucu Hilang di Pantai Tiku Agam hingga Ditemukan Seperti Ini