SuaraSumbar.id - Penjabat (Pj) Wali Kota Payakumbuh, Rida Ananda mengaku kecewa lantaran masih menemukan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terlambat masuk kantor. Hal itu diketahuinya saat menggelar Inspeksi Mendadak (Sidak) ke sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).
“Saat kunjungan ke sejumlah OPD, saya sungguh merasa sangat kecewa. Saya masih mendapati ASN yang masih terlambat masuk kantor," kata Rida, Senin (7/11/2022).
Selain masih didapati ASN yang terlambat masuk kantor, Rida juga masih melihat kondisi kantor yang tidak terurus.
"Meski kecewa saya tidak memperlihatkan kekecewaan dengan cara berlebih, dan untuk hal ini saya harap agar ASN semua agar dapat lebih disiplin lagi dan juga mari kita jaga dan rawat kantor kita seperti saat kita merawat rumah sendiri, anggap kantor kita ini sebagai rumah kedua kita semua,” ujarnya.
Selain itu, Rida mengimbau agar seluruh OPD di Kota Payakumbuh dapat mempererat koordinasi sehingga bisa membuat daerah tersebut semakin lebih maju dan semakin terdepan.
"Saya ingin setiap OPD, Camat dan Lurah agar ikut melibatkan saya dalam setiap agenda kegiatan yang ada. Saya akan selalu ikut berperan aktif pada setiap agenda kerja kegiatan hingga ke tingkat kelurahan,” kata dia.
Dia juga menekankan agar setiap OPD tidak bermain-main terkait dengan pengadaan barang dan jasa dan juga tidak mencatut namanya dalam melancarkan dan memuluskan proyek tersebut.
“Saya tidak mau nama saya dibawa-bawa dalam hal ini. Jadi disini saya himbau agar kepala OPD paham dan mengerti jika nanti hal itu terjadi,” ujarnya. (Antara)
Baca Juga: Camat Payakumbuh Dicopot usai Tampil ala Citayam Fashion Week, Wali Kota Angkat Bicara
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi