Keinginan, Brian disokong penuh orang tuanya. Brian anak Basrizal Koto (Basko), perantau sukses Minang yang turut serta membangun kampung halaman. Lewat usaha yang dimilikinya, Basko Grandmall dan basko Hotel, Basko membuka ruang pekerjaan bagi ratusan orang. Basko boleh disebut sebagai orang rantau yang mau bertaruh banyak untuk membangun Sumbar. Ketika banyak perantau Minang lainnya sanksi untuk investasi di kampung halaman, dia malah merasa terpanggil. Kini, Basko sudah menikmati masa tua. Dia butuh pelanjut.
Basko ingin Brian melanjutkan pembangunan, tapi tidak hanya lewat jalur bisnis, juga jalur politik. “Dorongan dan doa orang tua mengiringi langkah. Sebelum terlalu jauh, aku ingin Abang memberikan masukan agar aku tak salah jalan dan pengabdian tak berhenti begitu saja,” harap Brian.
Dipaparkan Brian, dirinya siap untuk bergabung di barisan jaringan relawan Anies Baswedan. Kesiapan itu dilandasi dengan pendambaannya pada perubahan. Dengan jiwa kepemimpinan dan kerja nyata tanpa berisiknya, Brian yakin Anies mampu membawa Indonesia ke era kemajuan seperti harapan banyak orang. “Siap lahir bathin,” tegas Brian.
Sumbar saat ini memang dalam masa transisi generasi politik. Berbelas tahun, panggung politik Sumbar dikuasai generasi tua. Anak-anak muda tercecer di belakang. Terbatasnya ruang gerak untuk mencebur ke partai politik, serta kedigdayaan generasi tua, membuat mereka tiarap. Banyak anak-anak muda Minang yang berpotensi mengabdi lewat jalur politik, kalah saing dan akhirnya lari ke perantauan. Dari rantaulah mereka manaruko jalannya. Tak sedikit yang sukses, pun demikian banyak pula yang gagal.
Tapi, beberapa tahun belakangan. Pola berubah. Anak muda Minang mulai berani menggebrak, partai juga membuka diri bagi kawula muda untuk berbuat lebih. Kompetitif terjadi. Anak-anak muda mulai bangkit. Sekarang saja, kepala daerah banyak yang muda, politisi yang ada di legislatif juga. Baik di DPRD Kabupaten/kota, provinsi hingga DPR RI. Kiprah generasi muda Minang tidak bisa dipandang sebelah mata. Willy Aditya dari Nasdem, Andre Rosiade (Gerindra), Ade Rizki Pratama, Athari Gauthi, hingga sederet nama beken lainnya sudah melanglang buana di pentas nasional.
Brian berada di siklus perubahan itu. Bersama Fadly Amran dan banyak anak muda lainnya, berproses di Nasdem. Saling membahu, tidak hanya membesarkan partai, tapi juga menjaga impian untuk Sumbar gemilang ke depannya. Baik Brian, Fadly Amran dan segenap anak muda lainnya, yang berada di Nasdem atau partai berbeda, adalah modal Sumbar bergerak maju. Bonus demografi yang diimpikan sedang proses pematangan.
Kembali ke Brian, usai harapan dipaparkan, Anies tiba-tiba mengulurkan tangan. “selamat bung, anda sudah bersikap untuk mengambil tanggungjawab dan memilik untuk terlibat langsung dalam proses politik. Ini langkah besar yang juga membutuhkan upaya yang besar. Sekali layar terkembang, surut kita berpantang. Saya menaruh harapan pada bung, dan yakin masyarakat Sumbar juga menaruh harapan yang sama,” lugas Anies.
Anies berpesan agar dalam setiap laku dan tindakannya, Brian selalu menomorsatukan kepentingan publik. “Melangkahlah lurus, jangan terlalu dengar orang yang berisik. Pemimpin besar itu lahir dari ketabahan dan kekuatan untuk selalu bergerak. Acuhkan yang mencemooh, dengar yang memberi kritik. Vitamin dalam dunia politik ini adalah kritik,” pesan Anies.
Sumbar menurut Anies sejak dulu kala adalah suplayer tokoh-tokoh muda bangsa. “Para pendiri republik ini kebanyakan dari Sumbar, ranah Minang. Itu makanya Sumbar itu suplayer terpenting dalam regenerasi politik nasional. Saya yakin, sejarah akan berulang. Semoga niat Bung Brian diberi kemudahan. Saya yakin dan percaya, sesuatu yang di mulai dengan niat yang tulus, akan berakhir manis. Terus berjalan, terus mendengar,” sebut Anies.
“Jangan terlalu khawatir dengan apa yang ditulis orang hari ini, tapi khawatirlah dengan apa yang akan dikenang orang di masa depan. Sebagai anak bangsa, tugas kita tak hanya mencatat sejarah, tapi juga membangun fundamental moral dan legasi peradaban," begitu kata Anies Baswedan.
Baca Juga: Elektabilitas Demokrat Melejit Usai Anies Baswedan Jadi Capres, Nasdem Malah Melorot
Berita Terkait
-
Suara Umat Kristen Penentu Anies Baswedan Jadi Presiden 2024, Ade Armando: Jika Kristen Kompak, Anies Gagal!
-
PKS Sumsel: Anies Baswedan-Aher Paling Tepat, Kami 'Samina Wa Athona'
-
Kakak Kandung Gus Baha Terang-terangan Dukung Anies Baswedan, Ajak Santri dan Kiai Kompak Memilih
-
Lagi-lagi Sindir Partai Nasdem, Sekjen PDIP: Seharusnya Konsentrasi Bantu Jokowi-Ma'ruf!
-
Ridwan Kamil Ogah Pilih Jadi Cawapres Ganjar atau Anies: Mereka Sahabat Saya, Pengantin Nggak Bisa Pilih Jodoh Sendiri
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- 5 Sabun Cuci Muka yang Bagus untuk Memutihkan Kulit Wajah di Indomaret dan Harganya
Pilihan
-
Timnas Indonesia U-17 Diganyang Malaysia, Kurniawan Ungkap Borok Kekalahan
-
Beban Ganda Wanita Saat WFH: Terjebak Laptop dan Pekerjaan Rumah Tangga
-
Hore! Jogja Berlakukan Perpanjangan STNK Tanpa KTP Asli, Calo PajakMakin Terhimpit
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
Terkini
-
3 Bedak untuk Kulit Sensitif: Pilihan Aman agar Wajah Tetap Sempurna Tanpa Iritasi
-
Mobil Travel Masuk Jurang di Lembah Anai, Bagaimana Kondisi 7 Penumpang?
-
Kasat Lantas Solok Kota Dimutasi di Tengah Sorotan Rombongan Arteria Dahlan Foto di Sitinjau Lauik
-
Dinkes Pasaman Barat: Total 25 Orang Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 3 Masih Dirawat
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun