Scroll untuk membaca artikel
Chandra Iswinarno
Kamis, 15 September 2022 | 15:38 WIB
Ilustrasi perdagangan perempuan. [Shutterstock]

"Ketika dia menyadari dia berada di KK Park (Myanmar), dia dipaksa bekerja sebagai scammer untuk menipu orang Asia Tenggara di siang hari, sementara di malam hari dia menipu orang asing, terutama warga Cina di Amerika Utara.

"Dia (anak) baru-baru ini memberi tahu kemungkinan sindikat itu berencana pindah karena tempat (Taman KK) sekarang sudah terungkap dan diketahui," katanya.

Kontributor : Rizky Islam

Baca Juga: 7 Negara yang Mendapat Hukuman FIFA dan Dilarang Tampil di Piala Dunia

Load More