SuaraSumbar.id - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno meluncurkan program "Rendang Goes To Europe" di Bali pada Kamis (24/3/2022) lalu. Pemilihan lokasi tersebut menjadi tanda tanya lantaran rendang berasal dari Sumbar alias Ranah Minang.
Menurut Sandi, alasan kegiatan tersebut dihelat di Bali lantaran ada dua produk yang paling terkenal di dunia asal Indonesia tentunya adalah rendang.
"Rendang sudah dinobatkan CNN rendang sebagai makanan yang paling terkenal di dunia," katanya di Padang, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Sabtu (26/3/2022).
Selain rendang, Indonesia juga punya destinasi wisata yang paling dikenal, yaitu Bali. Atas alasan itulah, Bali dipilih menjadi lokasi peluncuran program tersebut.
"Kita menggabungkan dua kekuatan 'brand' asal Indonesia yaitu Bali dan rendang. Dan mudah-mudah bisa menjadi pemicu dari pemasok rendang itu sendiri,” katanya.
Berita Terkait
-
Densus 88 Tangkap Dua Pria Terduga Teroris di Sumatera Barat
-
Densus 88 Tangkap 2 Terduga Teroris di Payakumbuh dan Limapuluh Kota
-
Komentar Pihak Kampus UNP Soal Bus Pembawa Puluhan Mahasiswa yang Terbalik Masuk Jurang di Agam
-
Bus Pariwisata Pembawa Rombongan Mahasiswa UNP Terbalik Masuk Jurang di Agam, Penumpangnya 25 Orang
-
Dukung UMKM di Kampung Pedaengan, Sandiaga Uno Bagikan Peralatan Usaha
Terpopuler
Pilihan
-
LIVE Final Piala Asia Futsal 2026: Israr Megantara Menggila, Timnas Indonesia 3-1 Iran
-
Menuju Juara Piala Asia Futsal 2026: Perjalanan Timnas Futsal Indonesia Cetak Sejarah
-
PTBA Perkuat Hilirisasi Bauksit, Energi Berkelanjutan Jadi Kunci
-
Klaten Berduka! Wakil Bupati Benny Indra Ardianto Meninggal Dunia
-
Kisah Petani Gurem, Dihantui Pangan Murah Rendah Gizi
Terkini
-
Terowongan Tol Sicincin-Padang Panjang Bakal Ikon Baru Sumbar, Kapan Mulai Dibangun?
-
7 Lipstik untuk Bibir Kering, Tampilan Cewek Makin Sempurna!
-
5 Cara Memilih Sunscreen Nyaman, Anti Lengket dan Anti Perih di Mata
-
9 Lipstik Glossy Tahan Lama, Bibir Berkilau Seharian
-
Benarkah TikTok Tutup Tokopedia dan Diganti TikTok Shop? Ini Penjelasanya