SuaraSumbar.id - Mantan pelatih timnas Ukraina, Andriy Shevchenko, resmi menjadi pelatih baru Genoa. Durasi kontrak legenda AC Milan itu hingga 2024.
Andriy Shevchenko yang pernah memenangkan Ballon d'Or 2004 resmi dikontrak Genoa menggantikan posisi Davide Ballardini yang dipecat pada Sabtu.
"Genoa mengumumkan bahwa Andriy Shevchenko telah mencapai kesepakatan untuk melatih Grifone hingga 30 Juni 2024," tulis klub Italia itu, dikutip dari Suara.com, Minggu (7/11/2021).
Pelatih berusia 45 tahun tersebut memimpin timnas Ukraina ke perempat final Piala Eropa (Euro) 2020 untuk pertama kalinya tahun ini, di mana mereka disingkirkan oleh Inggris di Roma.
Genoa akan menjadi klub pertama Shevchenko dalam karier kepelatihannya.
Genoa saat ini berada di urutan ke-18 dalam klasemen Serie A setelah 12 pertandingan, mereka baru meraih satu kemenangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Parfum Paling Wangi Rasa Apa? Ini 5 Rekomendasi Aroma yang Populer
- 5 Rekomendasi Lipstik Wardah untuk Usia 40-an yang Elegan, Nyaman di Bibir dan Awet
- 5 HP Samsung Galaxy A Series Termurah: Layar Super AMOLED, 5G hingga NFC
- Rapor Duo Timnas Indonesia Ole Romeny dan Hubner Saat Fortuna Sittard Hadapi Olympiacos
- Pesaing Vario 125 dari Yamaha, Tampang Bernuansa R1M
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
BRI Wellness Experience Tawarkan Aktivitas Seru dan Promo Transaksi Digital
-
BRI Taipei dan KDEI Kolaborasi Dukung Literasi Keuangan WNI di Taiwan
-
Kursumawati Sukses Bangun Kepercayaan Warga sebagai Agen BRILink di Simalungun
-
Tidak Ada Toleransi, Kapolda Sumbar Bakal Pecat Polisi yang Terlibat Narkoba
-
Warga Agam Diduga Jadi Korban Penyekapan di Myanmar dan Memohon Pulang