SuaraSumbar.id - Video dengan narasi Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY menangis saat Hari Ulang Tahun (HUT) Partai Demokrat, beredar di media sosial.
Video tersebut juga menyebut AHY menangis lantaran Moeldoko resmi menjadi Ketum Partai Demokrat.
Mengutip Suara.com, narasi tersebut dibagikan melalui Kanal Youtube Pakde TV. Akun ini mengunggah video dengan judul “Berita Terkini ~ Tangis AHY Pecah Di HUT Demokrat, Malam Ini Moeldoko Diresmikan Jadi Ketum Partai !” pada 11 September 2021.
Keterangan narasi menjelaskan jika AHY dilengserkan secara paksa dari jabatannya sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. AHY disebut dilengserkan dan jabatan diserahkan ke ketum partai.
“SERAH TERIMA!!! AHY DILENGSERKAN PAKSA ! MOELDOKO RESMI MENJABAT KETUM PARTAI.”
Benarkah klaim tersebut?
Berdasarkan penelusuran Turnbackhoax.id -- jaringan Suara.com, narasi AHY menangis di HUT Demokrat karena jabatannya dilengserkan Moeldoko tidak benar.
Faktanya, isi video tidak menyebutkan bahwa Moeldoko telah resmi menjabat sebagai Ketua Umum Partai Demokrat. Isi video berupa suntingan sejumlah video dengan pembacaan berita dari sejumlah artikel.
Video pertama yang dicuplik berasal dari kanal Youtube Kabar Banten Tv dengan judul “REAKSI ITI OCTAVIA JAYABAYA JAWAB AJAKAN MOELDOKO.” Video tersebut tayang pada 7 Maret 2021.
Baca Juga: CEK FAKTA: Tangis AHY Pecah karena Moeldoko Resmi Jadi Ketum Partai Demokrat, Benarkah?
Isi video tersebut merupakan pernyataan Iti Octavia Jayabaya mengenai perlawanan DPD Demokrat Banten terhadap kubu Moeldoko.
Lalu, video kedua berasal dari kanal Youtube Cokro Tv dengan judul “APA SKENARIO DI BELAKANG KUDETA DEMOKRAT? | Logika Ade Armando” yang tayang pada 8 Maret 2021. Isi video memaparkan analisis personal Ade Armando terkait dinamika di dalam tubuh Partai Demokrat.
Selanjutnya, video ketiga yang dicatut ialah video berjudul “Tanggapi KLB, Ketua DPD Demokrat Riau: Silahkan Anda Buat Partai Sendiri” dari kanal Youtube Kompas TV. Video itu tayang pada 8 Maret 2021.
Video ketiga berisikan pernyataan Asri Ausar, Ketua DPD Partai Demokrat Riau. Asri mengecam KLB di Deli Serdang.
Namun, ketiga video tersebut tidak ditemukan pernyataan kepemimpinan Demokrat sudah beralih dari AHY ke Moeldoko.
Adapun, untuk artikel yang dibacakan melalui voice over dalam video di kanal Pakde Tv berasal dari beberapa media. Artikel pertama berjudul “Moeldoko Gelar HUT Tandingan di Tangerang, DPD Demokrat Banten Geram, Siap Geruduk!” yang tayang di medcom.id pada 10 September 2021.
Berita Terkait
-
Dikomandoi Hinca Pandjaitan, Demokrat Kubu AHY Ramai-ramai Awasi Sidang Gugatan Moeldoko
-
Bawa Bukti ke PTUN, Demokrat Kubu AHY Sebut Isi Gugatan Moeldoko Lucu
-
Tepis Punya Agenda Politik, Ini Tujuan Moeldoko Temui Ulama Bangkalan Madura
-
Gugatan Kubu Moeldoko di PTUN Masuk Tahap Pembuktian, Begini Reaksi Partai Demokrat
Terpopuler
- Janji Ringankan Kasus, Oknum Jaksa di Banten Ancam Korban Bayar Rp2 Miliar atau Dihukum Berat
- 5 HP Murah Terbaru Lolos Sertifikasi di Indonesia, Usung Baterai Jumbo hingga 7.800 mAh
- 6 Bedak Tabur Tahan Air, Makeup Tetap Mulus Meski Keringatan Seharian
- 69 Kode Redeem FF Max Terbaru 14 April 2026: Ada Skin Chromasonic dan Paket Bawah Laut
- Misteri Lenyapnya Bocah 4 Tahun di Tulung Madiun: Hanya Sekedip Mata Saat Ibu Mencuci
Pilihan
-
Daftar Starting XI Timnas Indonesia U-17 vs Malaysia: Dava Yunna Masih Jadi Tumpuan!
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
Terkini
-
Kasat Lantas Solok Kota Dimutasi di Tengah Sorotan Rombongan Arteria Dahlan Foto di Sitinjau Lauik
-
Dinkes Pasaman Barat: Total 25 Orang Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 3 Masih Dirawat
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun
-
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
-
Tips Cegah Anak Laki-Laki Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Verbal