SuaraSumbar.id - Masyarakat diminta mewaspadai potensi hujan lebat disertai kilat dan angin kencang yang dapat terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia pada Sabtu (18/9/2021).
Berdasarkan analisis curah hujan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), pada dasarian I September 2021, sebanyak 3,22 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan dan sebagian besar wilayah lainnya masih mengalami musim kemarau.
Wilayah yang sudah mengalami musim hujan meliputi sebagian Sumatera Utara, sebagian Riau, sebagian besar Sumatera Barat, Kalimantan Selatan bagian selatan, dan Kalimantan Timur bagian selatan.
Prakiraan musim hujan Tahun 2021/2022 BMKG menunjukkan bahwa sebagian besar wilayah Indonesia diprakirakan mengalami awal musim hujan 2021/2022 pada kisaran Bulan Oktober dan November 2021 sebanyak 232 zona musim (Zom) atau sekitar 67,8 persen.
BMKG juga memprakirakan wilayah yang berpotensi mengalami hujan lebat disertai petir hingga angin kencang dapat terjadi di Aceh, Bangka Belitung, Bengkulu, DKI Jakarta dan Gorontalo.
Kemudian Jambi, Jawa Barat, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Lampung, Maluku, Maluku Utara.
Lalu di Nusa Tenggara Barat, Papua, Papua Barat, Riau, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sumatera Barat, Sumatera Selatan dan Sumatera Utara.
Khusus di wilayah DKI Jakarta, potensi hujan disertai kilat dan angin kencang dapat terjadi di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur pada sore hari.
Sementara di Jawa Barat, potensi hujan yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang antara sore hingga malam hari di wilayah di kabupaten/kota Bogor, kabupaten/kota Sukabumi, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Garut, kabupaten/kota Tasikmalaya, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Kuningan, dan Kabupaten Cirebon.
Plt Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko mengungkapkan sejumlah wilayah di Indonesia saat ini telah memasuki awal musim hujan, kondisi tersebut sebagai pertanda masa peralihan dari musim kemarau ke musim hujan.
"Memasuki masa peralihan/transisi/pancaroba dari musim kemarau ke musim hujan, masyarakat diimbau dapat lebih mewaspadai kejadian cuaca ekstrem, seperti hujan es, hujan lebat dengan periode singkat dan angin puting beliung dengan melakukan pemeriksaan sarana-prasarana dan lingkungan di sekitarnya," kata Urip dikutip dalam siaran tertulis di laman resmi BMKG. (Antara)
Berita Terkait
-
BMKG Minta Masyarakat Waspadai Potensi Hujan Lebat dan Angin Kencang Hari Ini
-
Prakiraan Cuaca BMKG Pelabuhan Merak dan Daerah Pesisir Banten 18 September 2021
-
Prakiraan Cuaca BMKG 18 September 2021 Serang-Cilegon Banten
-
Istana Siak Dibuka Mulai Besok, Pengunjung Wajib Tunjukkan Kartu Vaksin
-
DIKECAM! Viral Wanita Joget TikTok Kelihatan Pusar di Lingkungan Masjid Raya
Terpopuler
- 3 Moisturizer Kolagen untuk Kulit Keriput Usia 45 ke Atas, Bikin Wajah Kencang Sesuai Review
- 4 Parfum Aroma Teh di Alfamart yang Tahan Lama Sesuai Review, Harga Mulai Rp30 Ribuan
- Guruh Soekarnoputra Sakit Apa? Wafat di Usia 73 Tahun usai Dirawat Intensif
- Cari HP Samsung Murah? Ini 8 Galaxy A Series yang Layak Dipilih
Pilihan
-
Tanpa Pengacara, WNI Didakwa Edarkan 25 Kg Heroin: Terancam Hukuman Mati di Malaysia
-
Dramatis! Ubed Persembahkan Medali Emas Asian Games 2026 untuk Indonesia
-
Massa Buruh Mulai Padati Thamrin, Andi Gani Pimpin Langsung Aksi Tuntut Keadilan RUU Ketenagakerjaan
-
Bawa Kentongan Hingga Kenakan Topi Caping, Massa Hari Tani Nasional Mulai Padati Depan Gedung DPR
-
Hukuman Lebih Ringan, Pengadilan Tinggi DKI Jakarta Vonis Nadiem Makarim 9 Tahun Penjara
Terkini
-
Serunya Pestapora 2026 Bareng BRImo, Hadir dengan Ragam Program Menarik
-
Korban Terakhir Banjir Bandang Solok Ditemukan Meninggal, Operasi SAR Dihentikan
-
Tinjau Lokasi Banjir Bandang Solok, Gibran Pastikan Keselamatan dan Kebutuhan Warga Terpenuhi
-
Terbang Makin Nyaman, Nasabah BRI Prioritas Dapat Ekstra 27.000 GarudaMiles
-
Jaga Kesehatan Lebih Optimal, BRI Private Tawarkan Layanan Premium Medical Check Up