SuaraSumbar.id - Sebuah video dengan narasi Indonesia telah menggadaikan pulau Kalimantan ke China sebagai jaminan utang beredar di media sosial.
Video itu beredar lewat pesan berantai beserta link video berjudul "BERITA TERKINI ~ MOMEN SAAT CHINA 4NC4M AKAN T4G1H VT4NG INDONESIA SECARA MIL.LITER ?!?".
Video itu berisi narasi jika Pemerintah China akan mengambil Pulau Kalimantan sebagai jaminan hutang Indonesia.
Presiden China Xi Jinping nampak berpidato menyebut China dan Indonesia telah sepakat dalam perjanjian investasi.
Dalam video berdurasi 11 menit 9 detik itu, diungkap utang Indonesia ke China mencapai Rp 10.000 triliun.
Adapun narasi yang dibagikan sebagai berikut:
"PENJAJAH BIADAB!!!PENGHIANAT BAJINGAN!!!TERNYATA REZIM INI... MENGGADEKAN PULAU KALIMANTAN KEPADA CHINA SECARA TERTULIS DAN KALAU TIDAK DI SERAHKAN MAKA TINDAKAN MILITER RRC AKAN MELUMAT SELURUH WILAYAH INDONESIA...
SIMAK PIDATONYA.. PRESIDEN XIE JIN PING RRC.
KENAPA JUTAAN TENTARA RRC sudah ada di Pulau Kalimantan... Karena Itu Sudah Miliknya... Dan Tidak Bisa Di Ambil Lagi... Kecuali Luhut dan Jokowie Bayar Hutang Rp. 10.000 Trilyun!!!"
Baca Juga: Penampakan Mengerikan Banjir Besar di China Tewaskan 25 Orang
Benarkah klaim tersebut?
Berdasarkan penelurusan Suara.com, narasi Pemerintah Indonesia menggadaikan Pulau Kalimantan ke China tidak benar.
Faktanya, video Presiden Xi Jinping saat berpidato itu tidak membahas mengenai Pulau Kalimantan. Video aslinya telah diunggah oleh stasiun televisi China, CGTN di akun YouTube resmi.
Isi pidato Presiden Xi Jinping adalah menyatakan akan meningkatkan kemitraan China dan Indonesia. Hal itu diungkapkan semasa pemerintahan Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
Berikut isi pidato asli yang disampaikan oleh Presiden Xi Jinping:
"Dalam kunjungan ini, saya dan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bersama-sama mengumumkan bahwa hubungan Tiongkok-Indonesia akan ditingkatkan menjadi kemitraan strategis yang komprehensif.
Berita Terkait
-
Olimpiade Tokyo: Swedia Hajar AS 3-0, Brasil Pesta Gol ke Gawang China
-
China Ciptakan Kereta Tercepat di Dunia, Kecepatan hingga 600 Km/jam
-
Tas Nuklir Presiden AS Penyebab Keamanan China Berkelahi Dengan Ajudan Militer AS
-
Umat Islam di China Shalat Idul Adha Sudah Lepas Masker
-
Bantah Covid-19 Buatan Manusia, Ini Penjelasan Peneliti China Soal Asal Usul Virus Corona
Terpopuler
- Pentagon Gelar Karpet Merah, Sjafrie Sjamsoeddin Dituding Bawa Agenda Akses Bebas di Langit RI
- 7 HP Murah di Bawah Rp1 Juta Paling Layak Beli di 2026, Performa Oke Buat Harian
- AS Blokade Semua Pelabuhan Iran Senin Hari Ini, Harga BBM Langsung Naik
- 67 Kode Redeem FF Max Terbaru 13 April 2026: Sikat Item Undersea, Evo Draco, dan AK47
- 5 Rekomendasi Parfum Lokal yang Wanginya Segar seperti Malaikat Subuh
Pilihan
-
Jateng Belum Ikut-ikut Kebijakan KDM, Bayar Pajak Kendaraan Masih Pakai KTP Pemilik Lama
-
Ketua Ombudsman RI Hery Susanto Jadi Tersangka Kejagung, Tangan Diborgol
-
Bukan Hanya soal BBM, Kebijakan WFH Mengancam Napas Bisnis Kecil di Magelang
-
Solidaritas Tanpa Batas: Donasi WNI untuk Rakyat Iran Tembus Rp9 Miliar
-
CFD Ampera Bikin Macet, Akademisi: Ada yang Salah dari Cara Kota Diatur
Terkini
-
Dinkes Pasaman Barat: Total 25 Orang Diduga Keracunan Bakso Tusuk, 3 Masih Dirawat
-
12 Anak Diduga Keracunan Bakso Tusuk di Pasaman Barat, Ada Balita 2 Tahun
-
Lonjakan Ekspor CPO Sumbar di Tengah Konflik Timur Tengah: India dan Pakistan Jadi Pasar Utama
-
Tips Cegah Anak Laki-Laki Menjadi Pelaku Pelecehan Seksual Verbal
-
Terdakwa Kasus Peredaran 50 Kg Sabu Dituntut Hukuman Mati