SuaraSumbar.id - Sebanyak 24 orang tewas tertimpa sebuah tembok yang runtuh setelah hujan deras mengguyur satu wilayah di India. Peristiwa itu juga menyebabkan tanah longsor.
Dilansir dari India Today Senin (19/7/2021), insiden tersebut terjadi pada Minggu (18/7) malam waktu setempat di daerah Chembur dan Vikhroli, Mumbai. Sedikitnya, 15 orang tewas di Chembur dan 9 orang di Vikhroli.
Korban tewas di Chembur akibat sebuah dinding rumah runtuh pada 17 Juli dan 18 Juli sekitar pukul 1 pagi waktu setempat.
Menurut Pasukan Tanggap Bencana Nasional (NDRF), tembok itu runtuh karena tanah longsor. Operasi penyelamatan sedang berlangsung dan para korban luka telah dibawa ke rumah sakit.
Sedangkan korban tewas di Vikhroli karena tertimpa puing-puing bangunan rumah. Semua korban tertimpa saat lari menyelamatkan diri. Dua orang terluka dan sudah menjalani perawatan di rumah sakit.
"Tiga mayat telah ditemukan dan lima-enam dikhawatirkan masih terperangkap di puing-puing bangunan yang runtuh di daerah Vikhroli menyusul hujan yang tak henti-hentinya di Mumbai." jelas Wakil Komandan NDRF, Ashish Kumar.
Perdana Menteri Narendra Modi menyampaikan belasungkawa dan mengumumkan bantuan 200.000 rupee (Rp 38,8 juta) untuk keluarga korban tewas dan 50.000 rupee (Rp 9,7 juta) untuk korban luka-luka.
"Bantuan 2 lakh rupee dari PMNRF (Prime Minister's National Relief Fund) akan diberikan kepada keluarga terdekat dari mereka yang kehilangan nyawa karena runtuhnya tembok di Mumbai. 50.000 rupee akan diberikan kepada mereka yang terluka," kata jelas Narendra Modi.
"Sedih dengan hilangnya nyawa akibat runtuhnya tembok di Chembur dan Vikhroli. Pada saat duka ini, pikiran saya bersama keluarga yang ditinggalkan. Berdoa agar mereka yang terluka segera pulih," kata Perdana Menteri dalam sebuah pernyataan.
Baca Juga: Sedikitnya 24 Orang Tewas Dalam Insiden Banjir dan Tanah Longsor di India
Selain tanah longsor, hujan deras telah menyebabkan pemadaman listrik dan mengganggu layanan kereta api di wilayah Mumbai.
Setelah hujan lebat, Western Railway mengumumkan penangguhan layanan di pinggiran kota karena jalur yang tergenang air.
Central Railway juga mengatakan bahwa layanan kereta api di jalur utama ditangguhkan karena genangan air di jalur di Dadar, Parel, Matunga, Kurla, Sion, dan Bhandup. (Suara.com)
Tag
Berita Terkait
-
Potret Terbaru 5 Mantan Ratu Kecantikan India: Ada yang Baru Melahirkan Bayi Prematur
-
Kisah Pria yang Punya Kondisi Langka, Bisa Tidur hingga 300 Hari dalam Setahun
-
Miris, Wanita Diarak Keliling Kampung dalam Kondisi Telanjang oleh Suaminya Sendiri
-
Ketahuan Kawin Lari, Seorang Wanita Diarak Keliling Kampung dalam Kondisi Telanjang
-
PPKM Versus Varian Baru Covid-19
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda
-
Jaga Kesehatan Keluarga, BRI Berikan Healthcare Privilege Eksklusif Bersama Prodia
-
Menaker Dukung Program Magang Nasional BRI untuk Cetak Talenta Muda Siap Kerja
-
Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun
-
DPO Sejak 2025, Mantan Pimpinan BPR JKT-Pariaman Akhirnya Diringkus