SuaraSumbar.id - Pemerintah Kota Solok, Sumatera Barat mengizinkan Umat Islam melaksanakan shalat Idul Adha 1442 Hijriah secara berjamaah di masjid dengan syarat harus menerapkan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat.
"InsyaAllah, pelaksanaan shalat Idul Adha secara berjamaah saya izinkan, namun untuk sementara pelaksanaan shalat Idul Adha di lapangan ditiadakan," kata Wali Kota Solok Zul Elfian Umar di Solok, Sabtu (17/7/2021).
Hal itu, disampaikan saat memimpin rapat evaluasi pelaksanaan pengetatan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat atau PPKM berbasis mikro.
Kendati dibolehkan, ia meminta agar masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan yang ketat serta saat pelaksanaan shalat Idul Adha juga dikawal olah petugas keamanan.
Selain itu, melihat perkembangan kasus Covid-19 yang terus meningkat ia mengajak masyarakat agar lebih serius dalam menjalani pengetatan PPKM mikro.
"Kita bersyukur Kota Solok tidak termasuk dalam pelaksanaan pengetatan PPKM mikro, untuk itu jangan sampai PPKM ini menjadi darurat," ujar dia.
Akan tetapi jika hal itu terjadi, ia meminta agar Forkopimda serta pemangku kepentingan lainnya siap dengan rencana yang matang dalam menyelamatkan masyarakat.
"Jadi sangat dibutuhkan keseriusan bersama," ujar dia.
Ia juga meminta kepala OPD terkait dan camat serta kelurahan-kelurahan agar jangan abai terhadap protokol kesehatan. Harus tetap semangat melawan Covid-19 agar tidak terjadi lagi lonjakan kasus di Kota Solok.
Baca Juga: Kemunculan Harimau Sumatera Hebohkan Warga Pasaman Barat, Videonya Beredar di Medsos
Ia juga mengharapkan tokoh-tokoh agama serta pengurus masjid ikut mendukung penuh pelaksanaan vaksinasi yang sedang digencarkan, salah satunya tentu memulai dari diri sendiri di samping juga ikut mengarahkan jamaah untuk ikut vaksin.
Selain itu, ia menyebutkan beberapa point evaluasi pelaksanaan pengetatan PPKM mikro di Kota Solok, yakni jumlah kasus Covid-19 per hari, zona Kota Solok, pelaksanaan di lapangan PPKM di Kota Solok, vaksinasi (yang sudah divaksin, target sasaran vaksinasi, jumlah vaksin yang tersedia), pelaksanaan testing, tracing, treatment, kesiapan Kota Solok menghadapi peningkatan Kasus. (Antara)
Berita Terkait
Terpopuler
- Survei: 55 Persen Pemilih Prabowo Tidak Akan Memilihnya Kembali pada Pilpres 2029
- Presiden RI Minta Maaf ke Malaysia - Singapura Akibat Asap, Tapi Itu SBY...
- Rapor Prabowo-Gibran dan Para Menteri Anjlok, Purbaya yang Dicopot Justru Jadi Menteri Terbaik
- 5 Sabun Cuci Muka Retinol untuk Atasi Penuaan: Bikin Wajah Halus, Cerah, dan Kencang
- Pelembap Viva Hijau vs Kuning, Apa Bedanya? Ini Manfaat Keduanya untuk Wajah
Pilihan
-
KPK Kembali Gelar OTT: Amankan Sejumlah Pihak di BNPB
-
Ungkap Banyak Kasus Besar, Dirtipideksus Bareskrim Brigjen Ade Safri Justru Diganti
-
Inilah 5 Menteri yang Kinerjanya Paling Buruk Menurut Survei CELIOS
-
Polri Gerebek Sarang Narkoba Kampung Boncos dan Ambon! Operasi Masih Berlangsung
-
Prabowo Mau Ganti Panglima TNI dan Jaksa Agung Pekan Ini, Tapi...
Terkini
-
BRILink Agen Jadi Ujung Tombak Inklusi Keuangan, Layani Masyarakat hingga Pelosok Negeri
-
MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal
-
MotoGP Mandalika 2026 Makin Hijau, BRI Perkuat Pengelolaan Sampah
-
8 Anggota Satpol PP Bukittinggi Ditahan Kasus Dugaan Kekerasan di Kampus Fort de Kock
-
Brand Finance Indonesia 100 2026 Tempatkan BRI di Peringkat Pertama Merek Paling Bernilai