Riki Chandra
Rabu, 05 Mei 2021 | 10:56 WIB
Ilustrasi gempa bumi. (Antara/ist)

SuaraSumbar.id - Gempabumi dengan magnitudo 5,8 mengguncang Tuapejat, Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, Rabu (5/5/2021) sekitar pukul 08.24 WIB.

Getaran gempa juga dirasakan cukup kuat di beberapa daerah. Seperti Kota Padang, Bukittinggi hingga Kabupaten Limapuluh Kota.

"Gempanya kuat," kata salah seorang warga Padang, Melani.

"Di Limapuluh Kota juga terasa," kata Novia Herlina dalam grup WhatsApp jurnalis di Sumbar.

Getaran gempa yang cukup kuat juga membuat para penunggu pasien hingga petugas RSUP M Djamil Padang berhamburan ke lantai dasar.

Kondisi kepanikan di RSUP M Djamil Padang terlihat dari video singkat yang diunggah akun Instagram @peristiwa_sekitar_kita.

"INNALILLAHI WAINNAILAHI ROZIUN. Kondisi di RSUP M Djamil Padang saat Gempa 5,8 SR terjadi pada Rabu pagi (05/05/21) sekitar pukul 08.15 WIB," tulis akun tersebut.

Kondisi di RSUP M Djamil Padang pasca gempabumi di Mentawai. [Dok.Tangakapan layar Instagram @peristiwa_sekitar_kita]

"Gempa terjadi di Kota Padang, pusat Gempa diketahui berada di Kepulauan Mentawai dengan besaran 5,8 SR. Hal ini cukup membuat panik masyarakat dan begini situasi di RSUP M Djamil Padang," katanya lagi.

Sebagian di antara mereka tampak sibuk menelepon sanak saudara memastikan kondisi pasca gempa.

Baca Juga: Gempa Magnitudo 5,8 Guncang Mentawai, Tak Berpotensi Tsunami

Berdasarkan informasi dari BMKG, gempabumi ini terjadi pada kedalaman 29 kilometer atau 3 kilometer Tenggara Tuapejat, Kepulauan Mentawai.

"Hasil analisis BMKG menunjukkan informasi awal gempabumi ini berkekuatan M5,8 yang selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi M5,7. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 2,06 LS dan 99,59 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 1 km arah Timur Kota Tuapejat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat pada kedalaman 41 km,” kata Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Bambang Setiyo Prayitno, dalam keterangan tertulisnya.

Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat adanya aktivitas subduksi.

“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempabumi memiliki mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” katanya.

Dari laporan dampak gempabumi ini, guncangan dirasakan di daerah Mentawai IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Painan III-IV MMI (Bila pada siang hari dirasakan oleh orang banyak dalam rumah), Padang, Pariaman III MMI (Getaran dirasakan nyata dalam rumah. Terasa getaran seakan akan truk berlalu), Bukittinggi, Padang Panjang, Payakumbuh II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda-benda ringan yang digantung bergoyang).

“Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempabumi tersebut. Hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempabumi ini tidak berpotensi tsunami,” katanya.

Load More