Permohonan dari pemerintah kota (Pemkot) dan warga Pariaman dikabulkan sehingga pasar tersebut dibangunkan kembali oleh pemerintah pusat akhir 2019 dan awal 2021 pembangunannya dilaksanakan.
Pasar Rakyat Pariaman memiliki empat lantai yang dilengkapi dengan sejumlah tangga dan eskalator serta satu lif guna mempermudah pengunjung untuk mengakses masing-masing lantai.
Bangunan yang memiliki gonjong tersebut memiliki konsep ramah lingkungan atau 'green building' sehingga hemat energi dan air, ramah terhadap gempa serta dilengkapi shelter tsunami.
Meskipun pasar tersebut bersifat tradisional namun konsep yang diterapkan pasar modern. Bahkan pembayaran di pasar tersebut dapat dilakukan dengan sistem non tunai atau menggunakan uang digital melalui QR Code Indonesian Standard (QRIS).
Baca Juga: Warga Sumbar Kirim 1,5 Ton Rendang untuk Korban Bencana di NTT
Guna menata pasar tersebut akan terlihat tertata maka Pemkot Pariaman mengatur pengalokasian penggunaan empat lantai bangunan Pasar Rakyat Pariaman berdasarkan jenis dagangan guna menciptakan kenyamanan pengunjung serta keadilan terhadap pedagang.
Lantai satu akan digunakan untuk komoditas pakaian, lantai dua barang harian, lantai tiga toko elektronik, emas, obat, buku, dan salon sedangkan lantai empat atau atap digunakan untuk kuliner.
Bahkan Pemkot Pariaman menjadikan Pasar Rakyat Pariaman sebagai pasar kering atau pasar yang hanya menjual produk kering sedangkan produk yang bersifat basah ditempatkan di pasar yang berada di depan gedung pasar yang baru.
Untuk perawatan pasar tersebut pihaknya membentuk unit pelaksana teknis diantaranya unit listrik, kebersihan, dan keamanan yang hal tersebut sesuai dengan arahan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat serta Kemendag RI.
"Dengan begitu pasar ini dapat terawat dengan baik, tidak rusak sehingga masyarakat dapat menikmatinya," ujar dia.
Baca Juga: Sambut Lebaran 2021, BI Sumbar Sediakan Rp 7,10 Triliun Uang Baru
Penataan dan upaya yang dilakukan tersebut karena Pemkot Pariaman ingin menjadikan pasar itu sebagai penunjang wisata di Kota Pariaman.
Berita Terkait
-
PT KAI Datangkan 12 Unit Kereta Baru untuk Perkuat KA Pariaman Ekspres
-
Kulineran di Pariaman? Ini 4 Kuliner Andalan yang Harus Dicicipi!
-
Populasi Sapi di Kota Pariaman Anjlok, Peternak Terhimpit Ekonomi?
-
Andre Rosiade Desak Polisi Terkait Tewasnya Warga Sumbar di Jakarta: Rahmat Vaisandri Harus Dapat Keadilan!
-
Wakil Komisi IV DPR Sebut Ganjil Dalil Tanah Musnah Kasus Pagar Laut: Selidiki dengan Pansus!
Terpopuler
- Dedi Mulyadi Syok, Bapak 11 Anak dengan Hidup Pas-pasan Tolak KB: Kan Nggak Mesti Begitu
- Baru Sekali Bela Timnas Indonesia, Dean James Dibidik Jawara Liga Champions
- JakOne Mobile Bank DKI Diserang Hacker? Ini Kata Stafsus Gubernur Jakarta
- Terungkap, Ini Alasan Ruben Onsu Rayakan Idul Fitri dengan "Keluarga" yang Tak Dikenal
- Review Pabrik Gula: Upgrade KKN di Desa Penari yang Melebihi Ekspektasi
Pilihan
-
Jadwal Timnas Indonesia U-17 vs Yaman, Link Live Streaming dan Prediksi Susunan Pemain
-
Minuman Berkemasan Plastik Berukuran Kurang dari 1 Liter Dilarang Diproduksi di Bali
-
Nova Arianto: Ada 'Resep Rahasia' STY Saat Timnas Indonesia U-17 Hajar Korea Selatan
-
Duh! Nova Arianto Punya Ketakutan Sebelum Susun Taktik Timnas Indonesia U-17 Hadapi Yaman
-
Bukan Inter Milan, Dua Klub Italia Ini Terdepan Dapatkan Jay Idzes
Terkini
-
Harga Tiket Pesawat Padang-Jakarta Tembus Rp 10 Jutaan, ke Malaysia Hanya Rp 1,4 Juta
-
8 Kasus Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat Selama Operasi Ketupat Singgalang 2025, 3 Tewas!
-
Langkah Hebat Desa Wunut, Bagi-Bagi THR dan Sediakan Jaminan Sosial untuk Warga
-
Gempa 4,7 Magnitudo Guncang Kabupaten Agam, BMKG Ungkap Pemicunya
-
BRI UMKM EXPO(RT) 2025: Minyak Telon Aromatik Habbie Sukses, Meraih Rekor MURI