Scroll untuk membaca artikel
Riki Chandra
Sabtu, 27 Februari 2021 | 12:55 WIB
Wali Nagari Garabak Data, Pardinal berdiri di dekat tiang-tiang listrik PLN yang sedang dipasang sejak awal Februari 2021 di Nagari Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. [ist]

Aulia merasakan betul mengajar di SMP Negeri 4 Tigo Lurah tanpa listrik. Dia lulus menjadi guru di ASN di sekolah tersebut sejak tahun 2011 dan listrik baru masuk tahun 2014.

Tak hanya soal mengajar, administrasi sekolah kini mulai lancar. Soal surat menyurat tak perlu lagi repot-repot membuat di lokasi berjaringan listrik.

"Dulu, bikin surat, cetak surat, fotocopy surat keluar dulu. Sekarang semua termudahkan. Semoga prestasi siswa di sini juga meningkat hendaknya di masa mendatang," katanya.

Rasio Elektrifikasi Sumbar Menuju 100 Persen

Baca Juga: Tak Mau Terburu-buru, Ford Pasarkan Mobil Listrik pada 2030

PT. PLN (Persero) Unit Induk Wilayah (UIW) Sumbar terus meningkatkan rasio elektrifikasi dan rasio listrik nagari (desa) di Sumbar. Sepanjang tahun 2020, PLN kembali mengalirkan listrik untuk 19 desa di Sumbar.

Manager Komunikasi PT. PLN (Persero) UIW Sumbar, Afriman mengatakan, rasio elektrifikasi PLN di Sumbar sudah mencapai angka 98.45 persen. Namun jika digabung dengan non PLN, elektrifikasi di Sumbar sudah di angka 98,97 persen.

"Khusus di Kabupaten Solok, rasio elektrifikasi di angka 94,46 persen," katanya.

Tahun 2021, kata Afriman, sebagai pemegang mandat dalam melistriki nusantara, PLN Sumbar bakal mengejar target percepatan elektrifikasi hingga angka 100 persen.

"Kami juga akan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota dalam penyediaan sarana dan infrastruktur pendukung," katanya.

Baca Juga: Pria Paruh Baya di Langkat Tewas Tersengat Listrik

Dia berharap, kehadiran listrik betul-betul memberikan dampak dan manfaat besar terhadap kelangsungan hidup masyarakat. Atas dasar itu, PLN UIW Sumbar bertekad menuntutaskan desa-desa yang belum tersentuh penerangan listrik di tahun ini.

Load More