Riki Chandra
Selasa, 02 Februari 2021 | 18:05 WIB
Ruben Onsu, Sarwendah dan Betrand Peto. [Instagram]

SuaraSumbar.id - Sarwendah buka suara usai dituding memanfaatkan anak angkatnya, Betrand Peto. Klarifikasi atas tuduhan tersebut dicurahkan istri Ruben Onsu dalam video yang diunggah MOP Channel di YouTube.

"Bingung sih kalau dibilang memanfaatkan, ketika bunda syuting dan program itu mau tayang, yah bunda posting buat mengingatkan. Terus sesama teman juga punya lagu juga saling mensupport," kata Sarwendah.

"Apalagi sesama keluarga mereka bilang Instagram Onyo dimanfaatkan untuk promo keluarga. Jadi bingung memanfaatkan gimana. Apalagi secara negara Onyo sudah menjadi sah anak kami," sambungnya lagi.

Sarwendah menekankan bahwa selalu bersikap adil kepada anak-anaknya, termasuk Betrand Peto.

"Kami sudah berusaha adil tapi dianggap memanfaatkan. Padahal nggak ada unsur memanfaatkan baik secara materi, kita berusaha seadil-adilnya buat semua anak kita," katanya.

Bahkan, Sarwendah tidak pernah mencari keuntungan dari Betrand Peto. Sarwendah dan Ruben Onsu tak pernah mengambil uang hasil syuting anak.

"Semua anak kita, mereka syuting itu kita ngasih tahu kalau kita nggak ngambil sepersen pun penghasilan anak-anak. Tidak ada. Kalau bilang memanfaatkan, padahal sama sekali tidak. Dari penghasilan anak-anak tidak mengambil sepersen pun dari kita," beber Sarwendah.

Pentolan Cherrybelle ini pun mengaku siap apabila Betrand Peto minta bukti hasil pembayarannya selama ini.

"Itu kita dengan jelas bakalan kita print-in," imbuhnya.

Baca Juga: Di-unfollow Betrand Peto di Instagram, Ruben Onsu Bilang Begini

Dia juga merasa tidak pernah memaksa Betrand Peto buat bekerja. Sarwendah dan Ruben Onsu hanya membuka jalan mewujudkan cita-cita putra angkatnya itu untuk menjadi artis.

"Menurut kami mengantar anak mengejar mimpi itu kewajiban kami. Kami tidak pernah memaksa mereka bekerja, syuting, tidak. Tapi pertama kali Onyo datang ke Jakarta memang mimpinya dia menjadi seorang artis, penyanyi," tandas Sarwendah.
(Suara.com)

Load More