Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya

Penyakit ginjal juga dapat disebabkan batu atau sumbatan saluran kemih, penyakit autoimun, infeksi, kelainan bawaan, hingga faktor genetik.

Suhardiman
Rabu, 02 September 2026 | 12:40 WIB
Minuman Manis Tak Langsung Bikin Gagal Ginjal, Tapi Kebiasaan Ini Bisa Jadi Risikonya
Ilustrasi ginjal (Unsplash)
Baca 10 detik
  • Dokter Mutalib Abdullah menyatakan konsumsi minuman manis berlebih memicu obesitas dan diabetes yang berisiko merusak ginjal.
  • Berdasarkan SKI 2023, penyakit ginjal kronis telah ditemukan pada kelompok usia muda antara 15 hingga 44 tahun.
  • Data BPJS Kesehatan mencatat 134.057 pasien gagal ginjal kronis menjalani hemodialisis atau cuci darah sepanjang tahun 2024.

SuaraSumbar.id - Mengonsumsi minuman manis memang tidak secara langsung menyebabkan gagal ginjal. Namun asupan gula berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes dalam jangka panjang.

Hal ini berpotensi memicu kerusakan ginjal apabila tidak terkontrol. Hal ini dikatakan oleh Dokter Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal Hipertensi Bethsaida Hospital Gading Serpong dr. Mutalib Abdullah, Sp.PD-KGH, FINASIM melansir Antara, Rabu (2/9/2026).

"Minuman manis bukan berarti langsung menyebabkan gagal ginjal. Yang perlu diwaspadai adalah konsumsi gula berlebihan yang dapat meningkatkan risiko obesitas dan diabetes. Bila diabetes tidak terkontrol dalam jangka panjang, ginjal dapat ikut mengalami kerusakan,” katanya.

Ia mengatakan penyakit ginjal dapat terjadi pada usia muda. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, penyakit ginjal kronis ditemukan pada kelompok usia 15–24 tahun sebesar 0,02 persen, usia 25–34 tahun sebesar 0,07 persen, dan usia 35–44 tahun sebesar 0,11 persen.

Sementara itu, data BPJS Kesehatan yang dikutip Kementerian Kesehatan mencatat 134.057 pasien gagal ginjal kronis menjalani hemodialisis sepanjang 2024.

Menurut Mutalib, kerusakan ginjal dapat berlangsung perlahan dan pada tahap awal sering tidak menimbulkan gejala khas. Diabetes dan hipertensi merupakan dua penyebab penting penyakit ginjal kronis.

Kadar gula darah yang terus tinggi dapat merusak sistem penyaringan ginjal, sedangkan tekanan darah tinggi dapat merusak pembuluh darah pada ginjal.

Selain konsumsi gula berlebihan, faktor risiko lainnya meliputi pola makan tinggi garam, kurang aktivitas fisik, merokok, berat badan yang tidak terkontrol, serta penggunaan obat pereda nyeri, jamu, atau suplemen tanpa pengawasan.

Penyakit ginjal juga dapat disebabkan batu atau sumbatan saluran kemih, penyakit autoimun, infeksi, kelainan bawaan, hingga faktor genetik.

Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain perubahan frekuensi atau jumlah urine, urine berbusa secara menetap, pembengkakan pada kaki, mudah lelah, mual, penurunan nafsu makan, serta tekanan darah yang sulit dikontrol.

Pemeriksaan fungsi ginjal dapat dilakukan melalui tes darah untuk mengetahui kadar kreatinin dan memperkirakan estimated glomerular filtration rate (eGFR), serta pemeriksaan urine untuk mendeteksi albumin atau protein.

“Pasien dengan hipertensi, diabetes, batu saluran kemih berulang, atau riwayat penyakit ginjal dalam keluarga sebaiknya menjalani pemeriksaan secara berkala,” ujarnya.

Penyakit ginjal tidak secara otomatis membuat seseorang harus menjalani cuci darah. Hemodialisis dapat diperlukan apabila fungsi ginjal telah mengalami penurunan sangat berat dan tidak lagi mampu menjalankan fungsinya secara memadai.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Seberapa Leo Sih Kamu? Mengukur Tingkat Percaya Diri dan Karisma
Ikuti Kuisnya ➔
Kalkulator Weton Online, Cek Hari Lahir Menurut Penanggalan Jawa
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kacamata Apa yang Paling Cocok dengan Gayamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Sepatu Mana yang Cocok dengan Kepribadianmu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan Si Zodiak Cancer?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Karakter Apakah Kamu Saat Mati Listrik Melanda?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Seberapa Kenal Kamu dengan MPR RI?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Tipe Work-Life Balance Mana yang Paling Kamu Banget?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Kamu di Kru Bajak Laut Topi Jerami?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Ujian Kepekaan: Apakah Anda Individu yang Empati atau Justru Cuek?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA SD: 15 Soal Matematika Kelas 6 Materi Bilangan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini