- Sekjen DPP Partai Demokrat Herman Khaeron menargetkan perolehan dua kursi DPR RI dari Sumatera Barat pada pemilu 2027.
- DPD Partai Demokrat Sumatera Barat mengadakan Musda V di Hotel Mercure Padang pada Jumat malam, 24 Juli 2026.
- Partai Demokrat berencana memperkuat struktur hingga tingkat ranting untuk mengembalikan kursi DPR RI yang hilang akibat Pemilu 2024.
SuaraSumbar.id - Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Demokrat, Herman Khaeron menargetkan untuk kembali meraih dua kursi DPR RI dari daerah pemilihan (Dapil) Sumatera Barat pada pemilu mendatang 2027.
Target tersebut disampaikan saat menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) V DPD Partai Demokrat Sumatera Barat di Hotel Mercure Padang, Jumat malam (24/7/2026).
Herman mengungkapkan, pada Pemilu 2024 Partai Demokrat kehilangan satu kursi DPR RI di Dapil Sumbar 1. Kondisi tersebut menjadi perhatian serius DPP agar dapat dipulihkan pada pemilu berikutnya.
"Kita memiliki target Demokrat mendapatkan dua kursi DPR RI dari Sumatera Barat, masing-masing satu kursi di Dapil Sumbar 1 dan Dapil Sumbar 2. Namun pada Pemilu 2024 kita kehilangan satu kursi di Dapil Sumbar 1. Karena itu, kursi tersebut harus dikembalikan," ujarnya.
Menurutnya, Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi, mendapat amanah dari Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) untuk mengembalikan kursi yang hilang apabila kembali dipercaya memimpin DPD Demokrat Sumbar.
Selain menargetkan tambahan kursi di DPR RI, Herman juga meminta seluruh kader meningkatkan perolehan kursi di DPRD provinsi maupun DPRD kabupaten/kota.
Ia menilai penguatan representasi di legislatif daerah menjadi modal penting dalam menghadapi kontestasi politik mendatang, termasuk Pilkada yang diperkirakan akan berlangsung pada 2031.
"Partai Demokrat merupakan salah satu partai yang berhasil memenangkan lima kepala daerah di Sumatera Barat. Untuk mempertahankan kemenangan itu, tidak ada pilihan lain selain meningkatkan jumlah kursi di DPRD provinsi maupun kabupaten/kota," katanya.
Ia menegaskan kemenangan politik tidak dapat diraih secara instan, melainkan melalui proses konsolidasi dan kerja politik yang berkesinambungan.
"Musda ini menjadi momentum untuk memulai kembali kebangkitan Partai Demokrat di Sumatera Barat. Persiapan harus dilakukan dari sekarang karena kemenangan tidak bisa diraih dalam waktu singkat," ujarnya.
Sementara itu, Ketua DPD Partai Demokrat Sumbar, Mulyadi, mengatakan partainya mulai melakukan konsolidasi lebih awal sebagai tindak lanjut instruksi DPP menyusul kemungkinan adanya perubahan sistem pemilu.
Menurutnya, putusan Mahkamah Konstitusi membuka peluang pemisahan antara pemilu nasional dan pemilu daerah. Namun, ketentuan tersebut masih menunggu pembahasan dan pengesahan revisi undang-undang di DPR.
"Mungkin saja sistem pemilu berubah, antara pemilu nasional dan daerah dipisahkan. Undang-undangnya masih dibahas DPR. Karena itu, DPP menginstruksikan agar kita melakukan konsolidasi lebih awal dan mengaktifkan seluruh struktur partai," katanya.
Mulyadi juga menyinggung penyebab berkurangnya kursi Demokrat di Dapil Sumbar 1 pada Pemilu 2024. Menurutnya, hasil Pemilihan Presiden saat itu turut memengaruhi peta perolehan suara partai politik di Sumatera Barat.
Ia menilai kemenangan pasangan Anies Baswedan di Sumatera Barat memberikan efek elektoral yang menguntungkan Partai NasDem sehingga mampu meningkatkan perolehan kursinya.