29 Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat, 291 Korban Luka-luka

Sepanjang tahun 2025, kecelakaan lalu lintas di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menewaskan sebanyak 29 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Riki Chandra
Jum'at, 02 Januari 2026 | 17:23 WIB
29 Orang Tewas dalam Kecelakaan Lalu Lintas di Pasaman Barat, 291 Korban Luka-luka
Ilustrasi kecelakaan lalu lintas. (ANTARA)
Baca 10 detik
  •  Korban meninggal kecelakaan di Pasaman Barat meningkat meski kasus menurun.

  • Rendahnya kesadaran pengendara picu fatalitas kecelakaan lalu lintas.

  • Polisi gencarkan sosialisasi tertib berlalu lintas sepanjang 2025.

SuaraSumbar.id - Sepanjang tahun 2025, kecelakaan lalu lintas di Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), menewaskan sebanyak 29 orang. Angka tersebut meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.

Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, mengungkapkan bahwa kecelakaan lalu lintas Pasaman Barat 2025 tidak hanya menelan korban meninggal dunia, tetapi juga menyebabkan puluhan korban luka.

“Selain menyebabkan 29 orang meninggal dunia juga luka berat sebanyak 62 orang dan luka ringan sebanyak 229 orang,” kata AKBP Agung Tribawanto, Jumat (2/2/2026).

Berdasarkan data kepolisian, kecelakaan lalu lintas Pasaman Barat 2025 secara kuantitas memang menurun. Pada 2024 tercatat 427 kasus kecelakaan, sedangkan pada 2025 turun menjadi 352 kasus.

Penurunan jumlah peristiwa ini, kata Agung, belum berbanding lurus dengan keselamatan pengendara di jalan raya.

“Meskipun secara jumlah kapasitas turun namun korban meninggal dunia naik dari 24 orang pada 2024 menjadi 29 orang pada 2025,” ujarnya.

Data tersebut menunjukkan tingkat fatalitas kecelakaan masih tinggi meski frekuensi kejadian berkurang.

AKBP Agung Tribawanto menjelaskan, tingginya korban jiwa pada kecelakaan lalu lintas di wilayah Pasaman Barat umumnya disebabkan rendahnya kesadaran pengendara. Banyak pengendara dinilai masih mengabaikan penggunaan kelengkapan kendaraan serta tidak mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

Ia menyebutkan, jajaran kepolisian telah melakukan berbagai upaya pencegahan. Sosialisasi tertib berlalu lintas dilakukan secara langsung kepada pengendara di jalan raya, termasuk imbauan untuk memakai helm, membawa surat-surat kendaraan, serta melengkapi kendaraan sesuai ketentuan.

Selain itu, edukasi juga menyasar pelajar dan mahasiswa. “Sosialisasi secara masif telah kita lakukan termasuk di media sosial. Namun kesadaran masyarakat masih rendah dan perlu ditingkatkan lagi agar tertib berlalu lintas,” katanya.

Polres Pasaman Barat berharap para pengguna jalan lebih disiplin dalam mematuhi aturan. Kelengkapan kendaraan yang dimaksud meliputi spion, lampu sen, knalpot standar, serta penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor.

“Mudah-mudahan pada 2026 ini kesadaran tertib berlalu lintas akan terus meningkat. Kami dari jajaran Satuan Lalu Lintas akan terus melakukan sosialisasi dan penyuluhan,” tegasnya.

Dengan masih meningkatnya korban meninggal, kecelakaan lalu lintas Pasaman Barat 2025 menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan kepatuhan berlalu lintas di jalan raya. (Antara)

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak