Benarkah Dehidrasi Bisa Ganggu Jantung? Ini Olahraga Aman untuk Tubuh

Dokter spesialis gizi klinik Universitas Indonesia (UI), Pande Putu Agus Mahendra, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan dalam melakukan aktivitas fisik.

Riki Chandra
Rabu, 01 Oktober 2025 | 06:15 WIB
Benarkah Dehidrasi Bisa Ganggu Jantung? Ini Olahraga Aman untuk Tubuh
Ilustrasi olahraga lari. [Dok. Antara]
Baca 10 detik
  •  Dokter UI tekankan olahraga aman untuk jantung sesuai kapasitas.

  • Dehidrasi berbahaya bagi jantung dan bisa ganggu ginjal serius.

  • Nutrisi seimbang penting dukung pemulihan tubuh setelah olahraga.

SuaraSumbar.id - Dokter spesialis gizi klinik Universitas Indonesia (UI), Pande Putu Agus Mahendra, mengingatkan masyarakat agar tidak sembarangan dalam melakukan aktivitas fisik.

Ia menegaskan bahwa olahraga aman untuk jantung sangat penting, namun harus dilakukan sesuai dengan kemampuan tubuh agar tidak menimbulkan masalah kesehatan.

"Yang terpenting adalah mengetahui kemampuan tubuh lebih dahulu," kata Pande, Selasa (30/9/2025).

Menurutnya, banyak kasus gangguan kesehatan muncul karena seseorang memaksakan diri berolahraga dengan intensitas tinggi.

Kondisi ini sering dialami oleh mereka yang sebelumnya jarang bahkan tidak pernah beraktivitas fisik.

Pande merekomendasikan olahraga minimal 150 menit per minggu atau 30 menit setiap hari selama lima kali dalam seminggu, dengan intensitas yang ditingkatkan secara bertahap.

Selain olahraga, Pande yang juga anggota tim Monev Medis dan Nutrisi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) menyoroti pentingnya menjaga pola hidrasi.

Ia menekankan, dehidrasi berbahaya bagi jantung karena dapat memicu gangguan pada sistem tubuh, khususnya curah jantung dan ginjal.

“Dehidrasi akan memicu ketidakseimbangan mineral dan vitamin larut air, yang akhirnya bisa menimbulkan masalah serius,” ujarnya.

Pande mengatakan bahwa peran nutrisi seimbang sebelum dan sesudah olahraga juga tidak kalah penting. Karbohidrat berfungsi sebagai bahan bakar utama dan cadangan energi, sementara protein berperan dalam proses pemulihan sel setelah berolahraga.

“Komponen makronutrien dengan rasio seimbang sangat diperlukan agar manfaat olahraga lebih optimal,” katanya.

Selain itu, dokter UI tersebut menegaskan bahwa menjaga kesehatan jantung tidak hanya melalui aktivitas fisik, melainkan juga dengan mengendalikan hipertensi dan diabetes. Kedua gangguan metabolisme ini berperan besar dalam memicu komplikasi pada organ vital, termasuk jantung.

Pande berharap masyarakat semakin sadar bahwa menjaga kesehatan jantung bukan hanya soal olahraga, tetapi juga soal pola hidup yang sehat dan terukur.

“Olahraga secara rekomendasi lakukan bertahap dari intensitas rendah dahulu yang akhirnya akan meningkat bertahap. Olahraga tujuannya untuk kebugaran dan kesehatan, berbeda dengan atlet yang berlatih demi prestasi maksimal,” katanya. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini