Atasan Cerewet? Ini 4 Cara Bijak Mengatasinya agar Tetap Profesional

Peran atasan sangat penting untuk mendukung kinerja organisasi dengan memberikan arahan, memotivasi, dan mengelola tim secara efektif.

Suhardiman
Senin, 23 Juni 2025 | 16:01 WIB
Atasan Cerewet? Ini 4 Cara Bijak Mengatasinya agar Tetap Profesional
Cara Bijak Mengatasi Atasan Cerewet. [ChatGPT]

SuaraSumbar.id - Atasan di dunia kerja menjadi sosok yang memiliki posisi atau jabatan lebih tinggi dalam suatu organisasi atau kelompok dan bertanggung jawab memimpin serta mengarahkan bawahan untuk mencapai tujuan organisasi.

Atasan bisa disebut juga bos atau pemimpin, namun secara makna bos lebih menekankan pada kekuasaan dan perintah, sedangkan pemimpin (leader) lebih pada kemampuan mempengaruhi dan menginspirasi tim.

Peran atasan sangat penting untuk mendukung kinerja organisasi dengan memberikan arahan, memotivasi, dan mengelola tim secara efektif.

Atasan mungkin jarang memberikan pujian sehingga terkesan selalu mengkritik dan mencari kekurangan bawahan. Atasan bisa jadi lebih keras karena merasa sering dibantah atau dianggap kurang dihormati oleh bawahan.

Atasan memiliki tanggung jawab mengarahkan dan mengawasi pekerjaan tim, sehingga sering memberi arahan dan kontrol ketat agar hasil sesuai harapan.

Atasan yang toxic atau perfeksionis cenderung menuntut hasil maksimal dengan ekspektasi yang kadang tidak realistis, sehingga sering cerewet untuk memastikan semuanya berjalan sesuai keinginannya.

Secara umum, cerewetnya atasan seringkali karena tekanan tanggung jawab, keinginan hasil terbaik, atau karakter pribadi yang sulit memberi pujian dan mudah tersinggung.

Menghadapi atasan yang cerewet memang bisa menjadi tantangan tersendiri di dunia kerja. Namun, dengan sikap dan strategi yang tepat, kamu bisa tetap profesional tanpa harus merasa tertekan. Berikut empat tips yang bisa kamu terapkan:

1. Dengarkan dengan Seksama dan Tunjukkan Respon Positif

Dengarkan setiap arahan atau kritik yang diberikan atasan dengan saksama. Tunjukkan bahwa kamu menghargai masukan tersebut, misalnya dengan mengangguk, mencatat, atau mengucapkan “baik” sebagai tanda penerimaan. Hindari membantah secara emosional, karena itu hanya akan memperkeruh suasana.

2. Segera Penuhi Tugas dan Lapor Progress Kerja

Atasan yang cerewet biasanya ingin memastikan semua pekerjaan berjalan lancar. Segera kerjakan tugas yang diberikan dan laporkan perkembangan secara berkala. Dengan begitu, atasan merasa tenang karena tahu kamu bertanggung jawab dan pekerjaanmu terpantau.

3. Komunikasikan dengan Jelas dan Sabar

Jika ada instruksi yang kurang jelas atau terasa berlebihan, komunikasikan secara baik-baik. Ajukan pertanyaan untuk memperjelas maksud atasan dan pastikan tidak terjadi salah paham.

Selain itu, perbanyak sabar dan jangan mudah tersinggung dengan gaya bicara atasan yang mungkin terkesan mengulang-ulang atau menuntut.

4. Jangan Diambil Hati dan Tetap Profesional

Sikap cerewet atasan sering kali bukan karena tidak suka, melainkan karena ingin hasil terbaik. Jangan bawa ke ranah pribadi atau terlalu dimasukkan ke hati.

Fokuslah pada pekerjaan dan tunjukkan profesionalisme, sehingga hubungan kerja tetap harmonis dan produktif.

Dengan menerapkan keempat tips ini, kamu bisa menghadapi atasan yang cerewet tanpa kehilangan semangat dan tetap menjaga profesionalisme di tempat kerja.

Keutamaan profesional dalam bekerja meliputi beberapa aspek penting yang berdampak positif bagi individu maupun organisasi:

- Meningkatkan produktivitas dan efisiensi kerja

Karyawan yang profesional cenderung lebih fokus, disiplin, dan bertanggung jawab sehingga pekerjaan selesai tepat waktu dan berkualitas.

- Membangun reputasi dan kredibilitas

Sikap profesional membantu menciptakan citra positif dan kepercayaan dari rekan kerja, atasan, pelanggan, serta mitra bisnis.

- Memperkuat budaya kerja yang positif dan kolaboratif

Profesionalisme menciptakan lingkungan kerja yang harmonis, saling menghormati, dan mendukung kerja sama tim.

- Meningkatkan peluang karier dan kepuasan kerja

Dengan profesionalisme, individu dapat mengembangkan diri, memperluas jaringan, dan memperoleh kesempatan promosi.

- Menjaga integritas dan etika kerja

Profesionalisme menuntut kejujuran, tanggung jawab, dan komitmen tinggi dalam menjalankan tugas, yang juga mendapat nilai dari sisi agama dan moral.

Secara keseluruhan, profesionalisme adalah pondasi penting untuk mencapai hasil kerja optimal, membangun kepercayaan, dan menjaga hubungan baik di dunia kerja.

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

KUIS: Kamu Tipe Wanita Alpha, Sigma, Beta, Delta, Gamma, atau Omega?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Motor Impian Paling Pas dengan Gaya Hidup, Apakah Sudah Sesuai Isi Dompetmu?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Matematika Kelas 9 SMP Materi Transformasi Geometri dan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 20 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Lengkap Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Matematika Kelas 6 SD Materi Bangun Ruang dan Statistika
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Andai Bisa Ganti Pekerjaan, Apa Profesi Paling Pas Buat Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Cek Tipe Traveler Macam Apa Kamu?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Siapa Member CORTIS yang Akan Kasih Kamu Cokelat Valentine?
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 15 Soal Bahasa Indonesia Kelas 12 SMA Lengkap dengan Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pilih Satu Warna, Ternyata Ini Kepribadianmu Menurut Psikologi
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 16 Soal Bahasa Indonesia untuk Kelas 9 SMP Beserta Kunci Jawaban
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini