Sumbar Kebut Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2025, Tiga Titik Prioritas Utama!

Pemprov Sumbar sedang mempercepat perbaikan sejumlah jalan rusak untuk memastikan kelancaran arus kendaraan saat mudik Lebaran 1446 Hijriah.

Riki Chandra
Rabu, 26 Maret 2025 | 17:19 WIB
Sumbar Kebut Perbaikan Jalan Rusak Jelang Mudik Lebaran 2025, Tiga Titik Prioritas Utama!
Pemprov Sumbar kebut perbaikan jalan Lebaran 2025. [Dok. Antara]

"Misalnya di ruas jalan Payakumbuh - Sitangkai, dibutuhkan anggaran sekitar Rp100 miliar untuk perbaikan menyeluruh, sementara tahun ini hanya tersedia Rp 11 miliar.

Oleh karena itu, kami akan menambal jalan berlubang terlebih dahulu, sebagian dengan aspal dan sebagian lainnya dengan pasir batu yang diratakan menggunakan alat berat," tambahnya.

Selain faktor usia pakai, kerusakan pada jalan provinsi juga disebabkan oleh tonase berlebih dari angkutan barang. Contohnya, di jalur Payakumbuh - Sitangkai, sekitar 11 kilometer jalan mengalami kerusakan akibat angkutan tambang Galian C yang melebihi kapasitas. Hal serupa juga terjadi di jalan Batusangkar - Baso, yang masih memiliki sekitar 3 kilometer jalan rusak.

"Banyak kendaraan yang membawa muatan berlebih atau over dimension over load (ODOL), sehingga kondisi jalan cepat rusak," tuturnya.

Cuaca Ekstrem

Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengingatkan para pemudik Lebaran 2025 untuk tetap waspada terhadap potensi hujan ekstrem yang diprediksi melanda beberapa wilayah, termasuk Sumbar, pada 27 Maret 2025 mendatang.

Sejumlah pengendara di guyur hujan. [Dok. Suara.com]
Sejumlah pengendara di guyur hujan. [Dok. Suara.com]

Para pemudik diminta memperhatikan informasi cuaca sebelum dan selama perjalanan guna menghindari risiko bencana.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari mengatakan, periode 20-30 Maret akan diwarnai cuaca ekstrem di berbagai daerah di Indonesia.

Fenomena ini dipicu oleh dinamika atmosfer seperti Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby, Gelombang Kelvin, serta bibit siklon tropis yang terdeteksi di Samudera Hindia selatan Banten.

"Kondisi atmosfer ini masih berlanjut, sebagaimana yang terjadi pada pekan sebelumnya di bulan Maret," ujar Abdul, dikutip dari Antara, Senin (24/3/2025).

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini