Kontroversi Ulama Ditolak, Guncang Debat Pilkada Payakumbuh

Jangan libatkan tungku tigo sajarangan dalam politik. Ulama harus menjadi suluah bendang (pelita) dalam nagari."

Bernadette Sariyem
Rabu, 13 November 2024 | 14:10 WIB
Kontroversi Ulama Ditolak, Guncang Debat Pilkada Payakumbuh
Ilustrasi : Pilkada 2024. ANTARA/ANTARA.

Menutup sesi tersebut, paslon nomor urut 5, Yendri Bodra Dt. Parmato Alam-Ahmad Ridha, menekankan pentingnya mendirikan kantor kebudayaan di Kota Payakumbuh untuk mengatur dan mengembangkan sosial budaya di tengah masyarakat.

“Tujuannya agar lembaga adat dan budaya kita lebih terorganisir dalam mengembangkan adat budaya kita dalam masyarakat,” ungkapnya.

Debat perdana ini diikuti lima paslon, yaitu Supardi-Tri Venindra (nomor urut 1), Almaisyar-Joni Hendri (nomor urut 2), Zulmaeta-Elzadaswarman (nomor urut 3), Erwin Yunaz-Fahlevi Mazni (nomor urut 4), dan Yendri Bodra Dt. Parmato Alam-Ahmad Ridha (nomor urut 5).

Ajang ini memberikan kesempatan bagi para calon untuk memaparkan pandangan mereka mengenai berbagai isu, termasuk peran tokoh agama dan pelestarian budaya, sebagai bagian dari visi mereka untuk memajukan Payakumbuh.

Baca Juga:Strategi Supardi Tingkatkan APBD dan Ekonomi Payakumbuh Jadi Sorotan di Debat Perdana

Kontributor : Rizky Islam

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini