Ponpes MTI Canduang Diboikot Warga Ulah Kasus Asusila, Yayasan: Beban Berat yang Harus Kami Selesaikan!

Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang mengungkapkan perkembangan penanganan kasus pencabulan dua oknum guru.

Riki Chandra
Rabu, 07 Agustus 2024 | 07:05 WIB
Ponpes MTI Canduang Diboikot Warga Ulah Kasus Asusila, Yayasan: Beban Berat yang Harus Kami Selesaikan!
Pihak Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli dari Pondok Pesantren Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang memberikan keterangan resmi kepada wartawan terkait perkembangan kasus asusila. [Dok.Antara/Al Fatah]

SuaraSumbar.id - Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli Pondok Pesantren (Ponpes) Madrasah Tarbiyah Islamiyah (MTI) Canduang mengungkapkan perkembangan penanganan kasus pencabulan dua oknum guru atau ustaz terhadap puluhan santri laki-laki.

"Korban 40 orang. Mantan guru kami itu sudah diproses ke tahapan hukum selanjutnya. Perlu kami ungkapkan bahwa hanya ada tiga santri yang dilakukan pelanggaran berat (sodomi)," kata Ketua Yayasan Syekh Sulaiman Arrasuli, Syukri Iska, Selasa (6/8/2024).

Dari 40 orang korban, kata Syukri Iska, 34 orang berstatus pelajar atau santri dan enam lainnya merupakan alumni dari MTI Canduang.

Pihak yayasan juga mengomentari aksi pemboikotan MTI Canduang yang sebelumnya dilakukan warga Canduang Koto Laweh. Mereka berharap agar semua masalah dan tuntutan warga bisa diselesaikan secepatnya.

"Betapa beban berat yang harus kami selesaikan saat ini, tentunya kami berharap tidak ada lagi aksi lainnya. Dalam waktu dekat sudah ditetapkan pertemuan lanjutan dengan pemerintah nagari dan perwakilan warga," kata Syukri.

Menurutnya, terjadi kesalahan pemahaman komunikasi antara pihak yayasan dengan warga terkait pertemuan yang gagal dilakukan sebelumnya hingga akhirnya terjadi mosi tidak percaya dari warga.

"MOU atau nota kesepakatan tentunya memberikan solusi dan kontribusi seluruh pihak. Ada beberapa poin yang diajukan yang terasa memberatkan seperti yayasan yang harus memberikan laporan ke pemerintah nagari. Tentunya ini akan dirumuskan kembali," kata dia.

MTI Canduang berharap semua masalah bisa segera diselesaikan termasuk antisipasi munculnya pelaku baru di masa datang.

"Informasinya pelaku hari ini adalah korban di masa lalu. Ini sangat menghantui kami untuk bagaimana tidak terjadi masalah bagi santri yang menjadi korban saat ini," kata Syukri.

Ia menambahkan, MTI Canduang terus melakukan proses internal dengan membentuk tim hukum, investigasi dan pemulihan dan membantah adanya eksodus santri.

"Alhamdulillah, kepercayaan wali murid dan orang tua terus kami jaga dengan membuka forum informasi secara terbuka terkait permasalahan yang ada. Tentu kita semua berharap MTI Candung kembali pulih dengan usianya yang sudah 65 tahun ini," pungkas Syukri. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini