Eep mengkritik pihak-pihak yang yakin Pilpres akan berlangsung satu putaran, menyebut mereka lebih sebagai juru kampanye daripada surveyor yang berpegang pada data.
Kesimpulannya, hasil survei Polmark menunjukkan dinamika pemilihan yang kompleks, yang berpotensi mengarah pada dua putaran pemilihan presiden di Indonesia tahun 2024.
Kontributor : Rizky Islam
Baca Juga:Survei Polmark: Prabowo-Gibran Unggul, Anies-Imin Naik Perlahan, Ganjar-Mahfud Jeblok