Dua Sektor Penopang Ekonomi Sumbar Merosot Sejak 10 Tahun Terakhir, BI Khawatir

Penurunan dua sektor penopang ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) memicu kecemasan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar.

Riki Chandra
Rabu, 08 November 2023 | 17:25 WIB
Dua Sektor Penopang Ekonomi Sumbar Merosot Sejak 10 Tahun Terakhir, BI Khawatir
Kepala BI Perwakilan Sumbar Endang Kurnia Saputra. [Dok.Antara]

SuaraSumbar.id - Penurunan dua sektor penopang ekonomi di Sumatera Barat (Sumbar) memicu kecemasan Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumbar. Pasalnya, penurunan itu telah berlangsung sejak satu dekade terakhir.

"Ini serius. Sumbar secara struktural dua lapangan usaha atau dua sektor yang harusnya tumbuh sebagai penopang ekonomi justru turun sejak satu dekade terakhir," kata Kepala BI Perwakilan Sumbar, Endang Kurnia Saputra, Rabu (8/11/2023).

Dua lapangan usaha yang terus merosot itu yakni pertanian dan industri pengolahan. Di provinsi lain, seperti Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur, dua sektor tersebut malah terus tumbuh.

Pihak BI mengingatkan pemerintah daerah untuk mengambil kebijakan fundamental untuk mengembalikan tren positif kedua sektor tersebut.

BI Perwakilan Sumbar menyebut akan bertemu dengan Dinas Pertanian, Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Sumbar hingga instansi terkait lainnya untuk mencarikan solusi jangka panjang penanganan dua sektor itu.

Sebaliknya, BI melihat sektor perdagangan besar mau pun eceran di Ranah Minang justru mengalami peningkatan. Hal tersebut bisa saja dikarenakan masyarakat yang awalnya bergerak di sektor pertanian mulai beralih ke bidang perdagangan.

Pada kesempatan itu, ia mengatakan, terdapat sektor lapangan usaha di Provinsi Sumbar yang setiap tahunnya mampu tumbuh secara konsisten yakni pendidikan dan kesehatan.

"Sektor pendidikan dan kesehatan ini mungkin bisa menjadi andalan Sumatra Barat apabila digarap lebih serius," ujar eks Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi DKI Jakarta tersebut.

Endang mencontohkan Singapura, Malaysia dan Australia merupakan tiga negara yang sudah menjadikan sektor pendidikan sebagai industri lapangan pekerjaan.

Pihaknya menyakini apabila Pemprov Sumbar bisa meniru ekosistem yang diterapkan Australia, maka pendidikan berpeluang besar menjadi penopang ekonomi daerah itu.

Sedangkan secara umum ekonomi di Ranah Minang mengalami perlambatan pada Triwulan III tahun 2023 sebesar 4,30 persen secara year on year (yoy) dibandingkan Triwulan sebelumnya 5,14 persen.

Bahkan, ekonomi Sumbar masih di bawah rata-rata ekonomi Sumatra Triwulan III tahun 2023 sebesar 4,50 persen. (Antara)

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi TKA: 30 Soal Matematika SMP 2026, Lengkap Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
15 Soal Simulasi TWK Paskibraka 2026
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini