Total kerugian yang diakibatkan oleh para penggugat tersebut mencapai setidaknya Rp822 miliar, yang berasal dari 1.165 polis. Keseluruhan kerugian akibat kasus Wanaartha diperkirakan mencapai Rp15,9 triliun.
Direktorat Tindak Pidana Ekonomi dan Khusus Bareskrim Polri, yang dipimpin oleh Brigjen Whisnu Hermawan, sebelumnya mengungkapkan bahwa mereka telah bekerja sama dengan Interpol untuk mencari keberadaan para Pemegang Saham Pengendali (PSP) Wanaartha, termasuk keluarga Pietruschka.
"Posisinya ada di luar negeri, kami sudah berkoordinasi dengan Interpol," kata Whisnu.
Pengajuan red notice (pemberitahuan merah) untuk keluarga Pietruschka sebenarnya sudah direncanakan sejak November 2022, namun hingga saat ini, belum ada perkembangan mengenai keberadaan mereka.
Kontributor : Rizky Islam