Pada awal film akan ditampilkan seekor rusa yang tertabrak oleh truk, ternyata truk tersebut sebelumnya melewati daerah yang mengalami kebocoran. Rusa yang tertabrak tadi tidak mati, melainkan berubah menjadi zombie.

Seok Woo adalah seorang manajer keuangan sekaligus ayah yang bekerja di Seoul yang ingin menuruti keinginan anaknya untuk bertemu dengan ibunya, terlebih hari itu ulang tahun Soo An. Seok Woo menaiki kereta cepat dengan tujuan Busan untuk mengabulkan permintaan anaknya.
Sesampainya di dalam kereta ternyata ada zombie perempuan yang berhasil membaur dengan manusia, zombie perempuan itu mulai menggila dan menggigit siapapun yang ada di hadapannya. Terror tidak berhenti disitu, korban dari zombie perempuan itu melakukan hal yang sama.
Seketika virus zombie tersebar secara cepat dan masif, kereta yang semula tentram dan damai berubah menjadi kendaraan yang memuat ratusan mayat hidup.
Baca Juga:Nyesek! Bocah Ini Minta Makam Ibunya Digali Lagi
Perjalanan Seok Woo berubah menjadi perjalanan paling mengerikan dalam hidupnya, pada akhirnya ia harus mengorbankan nyawanya untuk menyelamatkan Soo An.
Film ini benar-benar menguras emosi penonton, dengan alur yang cepat dan begitu menyayat hati tidak salah jika film ini memenangkan banyak sekali penghargaan baik dalam skala nasional maupun internasional.
Film Train to Busan yang dirilis pada 20 Juli 2016 ini berhasil meraup keuntungan sebesar USD 92,7 juta atau sekitar 1,3 miliar, film yang memiliki durasi 118 menit juga berhasil meraih rating 7,6/10 di IMDb dan skor 88% di Rotten Tomatoes.
Train to Busan juga berhasil memperoleh penghargaan di the 20th Fantasia International Film Festival, Film garapan sutradara berbakat Yeon Sang Ho ini tak hanya mendapatkan satu, tapi dua penghargaan keren sekaligus. Diantaranya adalah the Audience Award for Best Asian Feature dan the Cheval Noir Award for Best Feature dari para juri, Train to Busan juga mendapatkan penghargaan sebagai film pendek dengan spesial efek terbaik dan masuk jajaran film terlaris.
Kabarnya Train to Busan berhasil menarik perhatian rumah produksi asing (Hollywood 20th Century Fox, Sony Pictures, serta Gaumont, Canal Plus dan Europacorp) untuk membuat versi remake.
Baca Juga:Pria Ini Samakan Perawan Janda Sama Seperti Sepeda Motor: Sekarang Biaya Servis kan Mahal
Kontributor : Rizky Islam