KNPI Desak Jokowi Copot 3 Menteri Berkinerja Buruk, Termasuk Airlangga Hartarto

Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama mengungkapkan bahwa tiga orang menteri kabinet Jokowi-Maruf berkinerja buruk.

Riki Chandra
Senin, 30 Mei 2022 | 13:15 WIB
KNPI Desak Jokowi Copot 3 Menteri Berkinerja Buruk, Termasuk Airlangga Hartarto
Presiden Jokowi berpidato di acara Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) 2022 di Bali, Rabu (25/5/2022). (Tangkap layar YouTube Sekretariat Presiden)

SuaraSumbar.id - Ketua Umum DPP Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI), Haris Pertama mengungkapkan bahwa tiga orang menteri kabinet Jokowi-Maruf berkinerja buruk. Dia pun mendesak agar Presiden Joko Widodo (Jokowi) mencopot ketiganya.

Tiga nama menteri yang dimaksud Haris adalah Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, Menteri Perindustrian, Agus Gumiwang, dan Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi.

Menurutnya, ketiga menteri itu tidak mampu memberikan dampak positif bagi perekonomian Indonesia lewat kinerjanya.

"Presiden layak berikan kartu merah kepada Menko Perekonomian, Menteri Perdagangan dan Menteri Perindustrian dengan kinerja buruk", ujar Haris, dikutip dari Suara.com, Senin (30/5/2022).

Baca Juga:Dinilai Berkinerja Buruk, KNPI Minta Presiden Jokowi Pecat Tiga Menteri Ini

Menurut Haris, ada beberapa catatan evaluasi pemerintahan bidang perekonomian itu. Mulai dari bahaya ketimpangan rasio orang kaya hingga kelangkaan minyak goreng karena pengelolaan sawit.

“Pertama, terdapat ketimpangan yang terus meningkat selama kurun waktu 2019 hingga saat ini yang sudah sangat membahayakan karena jumlah orang kaya yang terus meningkat. Sementara orang yang menjadi pengangguran baru meningkat,” jelas Haris.

Ketimpangan ini, kata Haris, makin melebar bukan hanya karena pandemi Covid-19, melainkan karena juga kebijakan-kebijakan yang dibuat Menteri bidang ekonomi yang buruk, seperti kebijakan perlindungan sosial yang terlambat diberikan selama pandemi juga sangat mempengaruhi.

"Tercatat, jumlah orang kaya baru naik 65 ribu, tingkat ini rasio khususnya di perkotaan mencapai 0,4", ujar Haris.

Selanjutnya adalah mengenai pertumbuhan ekonomi yang tidak solid karena di kuartal II 2021 lalu pemerintah terburu-buru melakukan pelonggaran ekonomi. Imbasnya meski ekonomi tumbuh angka penularan pandemi Covid-19 kembali meroket.

Baca Juga:Keras! KNPI Minta Jokowi Beri Tiga Menteri Ini Kartu Merah: Mereka Berkinerja Buruk

Menurutnya, ini juga terjadi karena koordinasi antar kementerian yang kurang baik. Kerja bidang perekonomian dikerjakan bidang lain tapi Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN) malah dialihtangankan oleh Kemenko Perekonomian.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini