facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Mundur dari Petugas Haji, Hendri Septa Batal Tinggalkan Kota Padang 40 Hari Gegara Ini

Riki Chandra Senin, 23 Mei 2022 | 08:16 WIB

Mundur dari Petugas Haji, Hendri Septa Batal Tinggalkan Kota Padang 40 Hari Gegara Ini
Wali Kota Padang, Hendri Septa usai rapat internal bersama OPD terkait PPKM darurat. [Suara.com/ B. Rahmat]

Wali Kota Padang, Hendri Septa, akhirnya mundur sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) Sumatera Barat (Sumbar) musim haji 2022.

SuaraSumbar.id - Wali Kota Padang, Hendri Septa, akhirnya mundur sebagai Petugas Haji Daerah (PHD) Sumatera Barat (Sumbar) musim haji 2022. Dengan begitu, Hendri Septa otomatis batal meninggalkan daerahnya selama 40 hari.

Hendri Septa mengaku mundur setelah menerima nasihat dari para ulama. Mulai dari nasihat Kakan Kemenag Kota Padang Edy Oktaviandi, Ketua MUI Japeri Jarab, Ketua DMI Sumbar Maigus Nasir, Ketua Masjid Agung Nurul Iman, Salmadanis dan Tenaga Ahli Muhammad Taufik.

"Saya mendengarkan dan mentaati nasihat para ulama, termasuk untuk mundur sebagai pendamping haji. Beberapa keputusan penting saya selalu menghadap ke ulama terlebih dulu. Semoga keputusan ini baik, terutama bagi warga Padang," katanya, Minggu (22/5/2022) malam.

"Saya sudah putuskan tidak akan berangkat dan sekarang saya fokus untuk bekerja dan bekerja membangun Kota Padang," tegas Hendri.

Baca Juga: 71 Petugas Haji Embarkasi Makassar Dilatih untuk Tidak Membeda-bedakan Jemaah Dari Daerah Lain

Dengan tidak jadi berangkat ke tanah suci Mekah, Hendri mengaku bisa kembali fokus mengurus Kota Padang. Apalagi Kota Padang saat belum memiliki Sekdako dan Wakil Wali Kota.

Selain itu, terhadap keputusan mundur tersebut, dirinya juga segera berkoordinasi dengan Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sumbar.

Sebelumnya Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Sumbar, Joben mengakatakan, pihaknya sudah melakukan seleksi PHD dan terpilih sepuluh orang, salah satunyaHendri Septa.

Proses seleksi PHD Sumbar berawal dari Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah yang mengusulkan nama calon peserta untuk tahap seleksi pada 9 Mei 2022.

“Gubernur mengusulkan sebanyak 20 orang. Nama-nama tersebut diserahkan ke Kanwil Kemenag Sumbar. Pada 12 Mei kami melakukam tes tulis dan wawancara, dan lolos 10 peserta," kata Joben.

Baca Juga: Dikritik Bakal Tinggalkan Kota Padang Selama 40 Hari, Hendri Septa: Ini Panggilan Allah, Bukan Pergi Jalan-jalan

Dia mengatakan, peserta PHD yang lolos sudah diumumkan pada 13 Mei 2022. Peserta akan berada di tanah suci selama 40 hari mulai dari berangkat hingga kembali ke Sumbar.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait