facebook

Highlight Terpopuler News Lifestyle Indeks

Cerita Pemeran Hantu Film KKN di Penari Dibayar Rp 75 Ribu, Dilarang Hapus Make Up 24 Jam

Riki Chandra Kamis, 19 Mei 2022 | 16:55 WIB

Cerita Pemeran Hantu Film KKN di Penari Dibayar Rp 75 Ribu, Dilarang Hapus Make Up 24 Jam
Mbah Dok, salah satu sosok menakutkan di film KKN di Desa Penari [KKNmovie]

Salah seorang pemeran hantu dalam film KKN di Desa Penari menceritakan pengalamannya menjadi figuran dalam film tersebut.

SuaraSumbar.id - Salah seorang pemeran hantu dalam film KKN di Desa Penari menceritakan pengalamannya menjadi figuran dalam film tersebut.

Paling tidak, ada sekitar 50 orang yang menjadi pemain figuran di di Dusun Ngluweng Kalurahan Ngleri Kapanewon Playen, Gunungkidul atau di lokasi syuting film KKN di Desa Penari.

Salah satu pemeran hantu bernama Subardo. Lelaki 51 tahun itu dibayar Rp 75 ribu untuk sekali pengambilan gambar.

"Saya itu didapuk (diminta) jadi hantu. Selain itu saya juga ikut jaga di sini," kata Subardo dikutip dari Suara.com, Kamis (19/5/2022).

Baca Juga: Tak Seseram yang Dibayangkan, Ternyata Lokasi Syuting Film KKN Di Desa Penari Adalah Tempat yang Indah

Subardo pun curhat mengenai pengalaman syuting sebagai hantu di film KKN di Desa Penari. Tampil dengan durasi pendek di film, Subardo harus melakukan persiapan yang cukup melelahkan.

Subardo harus berjuang sehari semalam. Sebab make up yang menutup wajahnya tidak boleh dihapus dalam 24 jam.

"Ketika menunggu giliran syuting, saya dan puluhan orang lainnya harus berada di dalam bus dengan AC tetap hidup," tutur Subardo.

Bukan tanpa alasan, ini bertujuan agar make up yang dipakai tidak luntur. "Kasihan yang make up-nya separuh wajah, honornya sama tapi lebih susah," ujarnya.

Perjuangan Subardo menjadi hantu tidak berhenti sampai di situ. Saat syuting, ia tidak boleh mengedipkan mata apalagi memejamkannya.

Baca Juga: Tanggapi KKN di Desa Penari Versi Extended, Begini Respon Sang Sutradara

Jika hal itu dilakukan, maka syuting harus diulang. Termasuk saat ada gerakan kecil di luar arahan, pengambilan gambar diambil kembali.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait