Kisah 3 Pemabuk Kampung Taubat di Masjid Saat Ramadhan, Kerap Duel dengan Geng Motor

Jemaah masjid di Kampung Kramat Jati penasaran dengan tiga sosok pemuda yang hadir menunaikan ibadah salat di masjid tersebut.

Riki Chandra
Selasa, 05 April 2022 | 14:15 WIB
Kisah 3 Pemabuk Kampung Taubat di Masjid Saat Ramadhan, Kerap Duel dengan Geng Motor
Ilustrasi masjid. [Pixabay]

Yang paling menyakitkan adalah ketika di lingkungan mereka tengah digelar perhelatan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Begini ceritanya, ketika Ustadz Taufik memimpin shalawat Al Barzanji, tidak jauh dari lokasi acara, ketiga pemuda ini mabuk-mabukan sambil ikut membaca shalawat.

Jika saja warga tak sabar menyaksikan kelakuan buruk para pemuda itu, boleh jadi jemaah yang tengah memperingati Maulid itu akan menghajar mereka.

Mabuk bukan cara yang tepat menghindari pokok persoalan hidup. Mabuk juga tak tepat sebagai gaya hidup. Apa lagi untuk membangkitkan diri berani menghadapi pihak lawan. Dengan sebutan lain, agar jadi pemberani perlu menenggak minuman keras.

Baca Juga:Puasa Sambil Sekolah Tatap Muka di Masa Pandemi, Ini yang Dibutuhkan Anak untuk Jaga Daya Tahan Tubuhnya

Nyatanya, ketika ketiga pemabuk ini menyerang seorang ustaz, dengan sekali hentakan dari jarak jauh, mereka terhuyung lalu kecemplung kali. Embong masuk kali, sementara Entong dan Billy kebentur tiang listrik. Kepalanya benjol seperti bakpao.

Para pemabuk ini ditolong warga. Lalu dipapah. Di antar ke kediaman orang tuanya masing-masing.

Taufik, sang ustaz, yang menghadapi pemuda berandalan itu tak diam. Ia mendatangi satu per satu kediaman tiga pemuda itu sambil memberi nasihat. Hadir pula para orang tuanya.

Tapi ketiga pemabuk itu belum kapok. Pada kesempatan lain, mereka kembali menyerang Ustadz Taufik. Namun lagi-lagi yang didapat, mereka terpental secara bersamaan. Jatuh terguling.

Dari dua peristiwa pahit yang dialami itulah, ketiga pemabuk itu menyatakan insyaf. Tentu saja, sang ustadz dengan lapang dada, memberi bimbingan. Mulai istighfar, tata cara berwudhu, shalat lima waktu.

Baca Juga:Petasan hingga Tawuran, Ini Wilayah di Bantul yang Rawan Selama Bulan Ramadhan

Untuk belajar ilmu hikmah, harus dapat mengamalkan rukun Islam dan Iman. Belajar agama adalah keharusan bagi setiap Muslim tanpa memandang usia dan latar-belakang, kata Taufik mengenang para mantan berandalan itu.

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

News

Terkini