Pakar Ini Sebut Vaksinasi Bagian dari Mencegah Dampak Buruk Terpapar Virus Omicron

Virus Omicron menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, risiko yang ditimbulkan lebih berbahaya dari varian Covid-19 sebelumnya.

Riki Chandra
Jum'at, 24 Desember 2021 | 16:15 WIB
Pakar Ini Sebut Vaksinasi Bagian dari Mencegah Dampak Buruk Terpapar Virus Omicron
Dokter Andani Eka Putra. [Dok.Klikpositif.com]

SuaraSumbar.id - Virus Omicron menjadi perhatian banyak pihak. Sebab, risiko yang ditimbulkan lebih berbahaya dari varian Covid-19 sebelumnya. Berbagai negara telah menyiapkan langkah antisipasi penyebaran mutasi baru ini.

"Omicron itu variannya mirip dengan Delta, tapi mutasinya lebih banyak. Varian ini bahkan bisa meningkatkan risiko infeksi ulang dan lebih parah dari variant of concern (VOC) lainnya," kata Kepala Laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Andalas, Andani Eka Putra, dikutip dari Covesia.com - jaringan Suara.com, Jumat (24/12/2021).

Andani mengatakan, tidak ada virus yang begitu cepat penularannya seperti Omicron. Bahkan sampai sekarang, Eropa belum lepas dari varian Delta dan harus berhadapan dengan varian Omicron.

"Beberapa mutasi yang ada di Delta juga ada di Omicron. Saran saya, kita tidak usah panik dengan Omicron itu, yang penting segerakan vaksin," ujarnya.

Baca Juga:Studi Oxford Klaim Vaksin AstraZeneca Mampu Lawan Virus Omicron

Menurutnya, kematian yang disebabkan Omicron banyak terjadi pada orang tua yang tidak divaksin. Maka perlu percepatan vaksinasi.

"Saat ini, vaksin di Sumbar sudah 53 persen. Tetapi itu masih vaksinasi pertama. Sementara, vaksinasi lansia masih rendah di bawah 30 persen. Sedangkan yang menjadi korban kebanyakan adalah lansia yang belum divaksin," jelasnya.

Dia menyarankan, fokus ke depan baik pemerintah dan seluruh masyarakat agar lebih meningkatkan vaksinasi lansia. Semua harus divaksin, jangan lagi ada yang ragu dsn tidak percaya Covid-19.

"Saya berharap partisipasi masyarakat. Mari kita sama-sama. Intinya bagaimana kita bersama berjuang untuk lepas dari pandemi," katanya.

Dia menambahkan, meskipun efektivitas vaksin hanya 50 persen, setidaknya jika terkena, maka risikonya lebih kecil. Jika tidak vaksin harus masuk ICU, dengan vaksin hanya terkena dampak ringan.

Baca Juga:Lokasi Wisata di Lombok Tengah Akan Dijaga Ketat saat Libur Nataru

Cari Tahu

Kumpulan Kuis Menarik

Simulasi: 25 Soal UTBK SNBT 2026 dan Kunci Jawabannya
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Kepribadian Kamu Mirip Kue Lebaran Apa, Sih?
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Love Language 2026: Kenali Bahasa Cintamu agar Hubungan Makin Klik dan Minim Drama!
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Kamu Cocok Buat Beli HP Apa? Cek Rekomendasinya
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Mudik Naik Motor 2026: Uji Kesiapan Anda Sebelum Pulang Kampung
Ikuti Kuisnya ➔
Kuis Geografi Indonesia Sejauh Mana Anda Mengenal Peta Nusantara?
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: THR Sudah Cair? Ungkap Karakter Asli Keuangan Kamu
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Pecahkan 10 Kasus Misterius Ini, Kamu Detektif atau Cuma Amatir?
Ikuti Kuisnya ➔
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
Simulasi TKA: 30 Soal Bahasa Indonesia Kelas 6 SD Beserta Pembahasan
Ikuti Kuisnya ➔
KUIS: Berapa Life Path Number Kamu? Hitung Sekarang dan Lihat Rahasia Kepribadianmu
Ikuti Kuisnya ➔

BERITA TERKAIT

REKOMENDASI

Terkini

Tampilkan lebih banyak