alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Peringkat Indeks Pemulihan Pandemi Covid-19 Indonesia Makin Membaik

Riki Chandra Kamis, 11 November 2021 | 09:15 WIB

Peringkat Indeks Pemulihan Pandemi Covid-19 Indonesia Makin Membaik
Ilustrasi Covid-19.(Freepik.com)

Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia kembali menuai pujian dari dunia internasional. Hal itu dinyatakan Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito.

SuaraSumbar.id - Penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia kembali menuai pujian dari dunia internasional. Hal itu dinyatakan Jubir Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito.

Wiku menyebutkan, peringkat Indonesia dalam indeks pemulihan Covid-19 yang diterbitkan oleh Nikkei kembali naik.

"Indonesia terus mendapatkan pengakuan dari dunia internasional dalam peringkat yang disusun oleh Nikkei, Indonesia berada di peringkat 41 naik dari peringkat 54," terangnya, dikutip dari Suara.com, Rabu (10/11/2021).

Naiknya peringkat tersebut menempatkan Indonesia di peringkat tertinggi diantara negara-negara ASEAN.

Baca Juga: TII Ingatkan Ancaman Sentralisasi Kekuasaan Pemerintah Pusat Kembali Lagi

Selain itu, berdasarkan penilaian dari Badan Kesehatan Dunia atau World Health Organization (WHO), menyatakan per tanggal 3 November 2021, seluruh provinsi di Indonesia berada di tingkat penularan komunitas level 1.

"Pencapaian ini perlu untuk dipertahankan melalui kolaborasi masyarakat dan pemerintah. Sehingga pandemi COVID-19 dapat terus terkendali dan ekonomi nasional dapat pulih dan tumbuh," jelasnya.

Di kesempatan yang sama, Wiku juga meminta masyarakat untuk tidak lengah dan terus melakukan protokol kesehatan ketat.

Apalagi di beberapa daerah, kasus Covid-19 kembali mengalami kenaikan meski masih dalam tahap terkendali.

Untuk itu, Wiku meminta agar para kepala daerah mamu memantau kasus Covid-19 yang terjadi di daerahnya.

Baca Juga: Jangan Lengah! Satgas Mencatat Kasus Covid-19 Meningkat di Sembilan Provinsi

"Apabila para bupati/walikota dapat memantau dan menganalisis data di wilayahnya masing-masing, maka sedikit saja ada tren peningkatan dapat terdeteksi dan terantisipasi dengan lebih cepat," tutup Wiku.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait