alexametrics

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

5 Bahaya Konsumsi Daging Kambing Berlebihan, Bisa Picu Kanker dan Gagal Ginjal

Riki Chandra Rabu, 21 Juli 2021 | 11:10 WIB

5 Bahaya Konsumsi Daging Kambing Berlebihan, Bisa Picu Kanker dan Gagal Ginjal
Ilustrasi daging kambing. (Pixabay/RitaE)

Daging kambing termasuk golongan daging merah yang memiliki kandungan zat besi, protein, dan kandungan lainnya.

SuaraSumbar.id - Saat perayaan Idul Adha, daging kambing biasanya diolah menjadi sate, rendang, semur, atau olahan lainnya. Namun perlu diketahui, tidak baik terlalu berlebihan mengkonsumsi daging kambing dan hal tersebut bisa mengancam kesehatan.

Daging kambing termasuk golongan daging merah yang memiliki kandungan zat besi, protein, dan kandungan lainnya. Jadi, mengkonsumsi daging kambing itu penting untuk tubuh, asal tidak terlalu berlebihan. Sebab ada bahaya daging kambing yang mengintai.

Berikut alasan kenapa daging kambing tidak boleh dikonsumsi berlebihan.

1. Sembelit

Baca Juga: 5 Bahaya Daging Kambing Jika Dikonsumsi Berlebihan Pasca Idul Adha

Meski daging kambing kaya akan protein, namun jika terlalu berlebihan mengkonsumsinya akan menyebabkan kondisi pencernaan kurang baik atau menyebabkan sembelit. Sebab daging kambing ini salah satu jenis makanan yang butuh kerja ekstra bagi usus untuk mengeluarkannya.

2. Kanker

Bahaya daging kambing yang perlu kamu tahu jika terlalu banyak mengkonsumsi yakni berpotensi terkena kanker. WHO menyampaikan pada Oktober 2015 lalu, bahwa daging kambing bersifat karsinogenik, yang artinya meningkatkan risiko kanker.

National Cancer Institute juga menyampaikan bahwa mengolah daging merah bersuhu tinggi, seperti dipanggang atau digoreng merupakan cara mengolah daging yang berkontribusi tinggi atas meningkatnya risiko kanker.

3. Gagal Ginjal

Baca Juga: Resep Tongseng Kambing: Bumbu, Bahan dan Cara Membuat

Bahaya makan daging kambing secara berlebihan berikutnya yang perlu diketahui yakni meningkatkan risiko gagal ginjal. Sebuah penelitian dari Sekolah Kedokteran di Singapura menyebutkan bahwa 25% responded yang mengkonsumsi daging merah berisiko tinggi terkena gagal ginjal.

Baca Juga

Komentar

Berita Terkait