facebook

Pilihan Terpopuler News Lifestyle Indeks

Awal Pekan Depan, Padang Mulai Sekolah Tatap Muka

Eko Faizin Sabtu, 02 Januari 2021 | 18:17 WIB

Awal Pekan Depan, Padang Mulai Sekolah Tatap Muka
Kota Pekanbaru mulai melaksanakan sekolah tatap muka, Senin (16/11/2020). [Foto Riauonline]

Untuk kapasitas kelas, kata Fuadi, maksimal hanya 50 persen dari kelas normal atau 18 orang saja.

SuaraSumbar.id - Pembelajaran tatap muka akan dibuka Pemerintah Kota Padang pada 4 Januari 2021 untuk jenjang sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang Habibul Fuadi mengatakan persiapan belajar tatap muka sudah selesai.

"Untuk persiapan belajar tatap muka semuanya sudah rampung, mulai dari tes swab seluruh guru hingga penyediaan fasilitas penunjang protokol kesehatan di sekolah," kata Habibul Fuadi kepada Antara di Padang, Sabtu (2/1/2021).

Fuadi menjelaskan untuk sekolah tatap muka hanya tiga hari dalam sepekan dan sisanya dilanjutkan dengan pembelajaran daring.

"Jadi sifatnya masih gabungan antara tatap muka dan daring. Untuk waktu belajar tatap muka juga maksimal tiga jam saja dalam sehari," ujarnya.

Untuk kapasitas kelas, kata Fuadi, maksimal hanya 50 persen dari kelas normal atau 18 orang saja.

Lalu sekolah juga wajib menyediakan fasilitas cuci tangan dan semua murid yang datang dilakukan pengecekan suhu tubuh dengan thermogun dan wajib memakai masker selama di sekolah.

Pada tahap awal sekolah tatap muka hanya dilakukan untuk kelas tertinggi, yaitu untuk SMP kelas tiga dan SD kelas lima dan enam.

Menjawab kekhawatiran sejumlah orang tua terkait sekolah tatap muka ia memastikan jajaran dinas pendidikan telah melakukan pengawasan dan pemantauan ke sekolah guna mengecek fasilitas penunjang, seperti pencuci tangan hingga ruang kelas.

Sementara Wakil Kepala SMPN 20 Padang Rifki Ferdiansyah menyambut baik pembelajaran tatap muka karena berdasarkan evaluasi yang dilakukan selama ini pembelajaran daring kurang optimal.

"Pertama, tidak semua siswa bisa belajar daring, ada yang terbatas tidak punya HP dan akses internet," kata dia.

Kemudian saat belajar daring tidak semua siswa mampu menyerap informasi dan materi yang diberikan. Hal itu, beda jauh dengan belajar tatap muka yang ada interaksi langsung.

Menyambut pembelajaran tatap muka itu, pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapan, mulai dari mengurangi meja dan kursi di ruang kelas menjadi 50 persen dari daya tampung normal, hingga penyediaan fasilitas cuci tangan. (Antara)

Komentar

Berita Terkait