Fabiola Febrinastri | Tantri Amela Iskandar
Selasa, 13 Oktober 2026 | 16:32 WIB
BRILink Agen turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong pemanfaatan layanan digital di tengah masyarakat. (Dok. BRI)

SuaraSumbar.id - Momentum Bulan Inklusi Keuangan pada Oktober 2026 menjadi pengingat pentingnya memperluas akses layanan keuangan yang merata dan mudah dijangkau oleh seluruh lapisan masyarakat. Tidak hanya menjadi perpanjangan layanan perbankan hingga ke pelosok desa, BRILink Agen juga turut berkontribusi dalam meningkatkan literasi keuangan dan mendorong pemanfaatan layanan digital di tengah masyarakat.

Tercatat, hingga akhir September 2026, BRI telah memiliki jaringan sebanyak 1,06 juta BRILink Agen yang menjangkau lebih dari 60 ribu desa atau sekitar 80% desa di Indonesia. Luasnya jaringan tersebut turut diiringi dengan aktivitas transaksi yang mencapai sekitar 750 juta transaksi, dengan volume transaksi (sales volume) sebesar Rp1.270 triliun.

Di balik besarnya aktivitas transaksi tersebut, kehadiran BRILink Agen membawa manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di wilayah yang memiliki keterbatasan akses layanan perbankan. Mulai dari membayar tagihan listrik, air, BPJS Kesehatan, telepon, membeli pulsa, hingga melunasi cicilan, seluruhnya dapat dilakukan melalui agen terdekat.

Tak berhenti di sana, BRILink Agen juga membuka akses terhadap layanan keuangan yang lebih luas, seperti referral pembukaan rekening tabungan dan pengajuan pinjaman, asuransi mikro, tarik tunai dari kiriman uang luar negeri, hingga pembelian tiket moda transportasi seperti tiket bus, shuttle, kereta dan penyeberangan menggunakan kapal.

Di sisi lain, kehadiran BRILink Agen turut membuka peluang ekonomi bagi masyarakat setempat. Melalui kemitraan dengan BRI, pemilik warung dan pelaku usaha lokal dapat memperoleh tambahan penghasilan dari layanan transaksi perbankan, sekaligus mengembangkan usahanya menjadi lebih produktif dan berkontribusi terhadap aktivitas ekonomi di lingkungan sekitar.

Peluang pertumbuhan usaha ini terus diperkuat melalui upaya BRI dalam meningkatkan kapasitas dan produktivitas para agen, sehingga mereka dapat naik kelas ke kategori Jawara dan Juragan, yakni tingkatan agen dengan fee based income tertinggi. Per September 2026, sebanyak 59 ribu BRILink Agen tercatat berada pada kedua kategori tersebut. Perkembangan ini memperlihatkan bahwa kemitraan BRILink Agen tidak hanya menjadi sumber pendapatan tambahan, tetapi juga membuka kesempatan bagi pelaku usaha lokal untuk memperbesar skala bisnis dan memperkuat ketahanan ekonomi.

Direktur Micro BRI Akhmad Purwakajaya mengatakan bahwa kekuatan BRILink Agen bukan hanya terletak pada luasnya jaringan, melainkan juga pada kedekatan para agen dengan masyarakat. Melalui hubungan yang terbangun sehari-hari, BRILink Agen turut menjadi jembatan bagi masyarakat untuk mengenal layanan keuangan formal dan semakin terbiasa memanfaatkan transaksi digital.

“BRILink Agen bukan sekadar mitra transaksi perbankan. Di banyak daerah, mereka menjadi pihak yang membantu masyarakat mengakses layanan keuangan, memahami cara bertransaksi, sekaligus memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kami ingin para agen terus tumbuh bersama masyarakat yang mereka layani, sehingga manfaat inklusi keuangan juga dapat menciptakan peluang ekonomi yang lebih besar,” ujar Akhmad.

Besarnya manfaat yang dihadirkan bagi masyarakat juga berjalan beriringan dengan kontribusi terhadap bisnis perseroan. Hingga akhir September 2026, aktivitas BRILink Agen telah menghasilkan fee-based income sebesar Rp1,3 triliun serta mendukung penghimpunan dana murah atau Current Account Savings Account (CASA) sebesar Rp32 triliun.

Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Jadi Momentum BRI Perkuat Ekonomi Lokal

“Kinerja bisnis yang positif ini kian memperlihatkan bahwa penguatan jaringan keuangan di tingkat desa tidak hanya membantu menggerakkan transaksi masyarakat, tetapi juga menjadi bagian penting dalam memperkuat bisnis BRI yang berbasis ekonomi kerakyatan,” tutup Akhmad. ***

Load More