- Wisatawan yang berkunjung ke Sumatera Barat perlu mengenali enam kosakata kasar dalam bahasa Minang agar tidak menyinggung warga lokal.
- Kosakata seperti pakak, damam, anjiang, baruak, binalu, dan pantek dapat berubah menjadi umpatan penghinaan jika salah konteks.
- Pemahaman yang baik mengenai norma kesopanan dan budaya lokal membantu pendatang menghindari kesalahan ucapan saat berkomunikasi.
Sama seperti anjiang, kata baruak tidak selalu bermakna kasar jika digunakan untuk membicarakan hewan. Persoalannya muncul ketika kata tersebut digunakan untuk menyebut atau merendahkan seseorang.
Dalam budaya komunikasi, konteks menjadi bagian penting yang menentukan apakah sebuah kata terdengar netral atau justru menjadi penghinaan.
5. Binalu
Kata ini berkaitan dengan benalu atau tumbuhan parasit. Dalam konteks umpatan, binalu dapat digunakan untuk menggambarkan seseorang yang dianggap hanya mengganggu atau memberikan pengaruh buruk bagi orang lain.
Kata ini mungkin terdengar asing bagi sebagian wisatawan dari luar Sumatera Barat. Karena itu, jangan sembarangan menggunakannya hanya karena mengetahui artinya dari media sosial.
6. Pantek
Pantek termasuk kata yang sangat kasar dalam konteks umpatan bahasa Minang dan memiliki konotasi seksual yang merujuk pada organ intim perempuan.
Karena tingkat kekasarannya, kata ini sebaiknya tidak digunakan dalam percakapan sehari-hari, terlebih kepada orang yang baru dikenal.
Menariknya, arti sebuah kata bisa berbeda jika dilihat dari bahasa atau konteks lain. Karena itu, wisatawan perlu memahami latar budaya dan konteks penggunaannya sebelum mengucapkan kosakata daerah.
Belajar bahasa daerah sebenarnya bisa menjadi cara menarik untuk mengenal kebudayaan suatu wilayah. Namun, mempelajari bahasa Minang bukan berarti sekadar mencari kata-kata yang terdengar lucu atau unik. Ada norma kesopanan dan konteks sosial yang perlu diperhatikan.
Berita Terkait
-
Gubernur Bobby Nasution Siap Jadi Ayah Asuh Guna Percepatan Legalitas Aset Wakaf
-
Babe Haikal Apresiasi Langkah Bobby Nasution Majukan Industri Halal Bagi UMKM Sumut
-
Bobby Nasution Resmikan BRT Mebidang, Dorong Integrasi Transportasi Publik Mebidang
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Bobby Nasution Jenguk Murid Korban Keracunan MBG Karo di RS Haji, Pastikan Penanganan hingga Pulih
Terpopuler
- Singapura Diguncang Gelombang Protes Rakyatnya, Buntut Rencana Penggundulan Hutan untuk Perumahan
- Cara Membersihkan Bunga Es dengan Aman dan Cepat Tanpa Merusak Freezer
- Daihatsu Kenalkan Mobil 120 Jutaan, 1 Liter Jalan 27 Km
- 6 HP Realme RAM 12 GB dengan Performa Kencang, Mulai Rp2 Jutaan
- Erick Thohir Buka Hasil Evaluasi Timnas Indonesia usai Gagal di Piala AFF 2026
Pilihan
-
Diseret dari Gang ke Jalan! Kronologi Pedagang Cermin Tewas Dikeroyok Saat Demo Ricuh
-
Senayan Kondusif: Tol Dalam Kota Normal dan Blokade Jalan Dibuka Pasca Bentrok 27 Agustus
-
Ada Isu Aksi Demo Lanjutan, BEI Minta Investor Tak Panik
-
Admin Medsos dan Pengkritik Jadi Target Penangkapan Jelang Demo Agustus
-
3 Pesawat Tempur F16 'Rally' di Langit Jakarta Jumat Pagi, Ini Klarifikasi TNI AU
Terkini
-
Jangan Asal Ngomong! 6 Kata Kasar Bahasa Minang yang Perlu Diketahui
-
BRI Hadirkan Semarak Merah Putih di Desa BRILiaN Balbar Sofifi, UMKM Turut Rasakan Manfaatnya
-
Warga Agam Temukan Tengkorak-Tulang Manusia di Sawah, Diduga Korban Bencana
-
Sumbar Kirim 2,1 Ton Rendang ke NTT
-
Kisah Haru PMI Yuni, BRI Pertemukan dengan Ibunya Setelah 10 Tahun Bekerja di Taiwan