Suhardiman
Jum'at, 03 Juli 2026 | 15:46 WIB
Ilustrasi teh hijau (Unsplash/@laarkstudio)
Baca 10 detik
  • Ahli gizi Serena Pratt menyatakan konsumsi teh hijau rutin dapat membantu metabolisme kolesterol melalui kandungan katekin serta polifenol.
  • Senyawa antioksidan dalam teh hijau berfungsi menghambat penyerapan kolesterol jahat dan mencegah oksidasi plak pada pembuluh darah arteri.
  • Mengonsumsi teh hijau tanpa pemanis setelah makan malam efektif menggantikan minuman tinggi gula demi mendukung gaya hidup sehat.

Mengutip American Heart Association, ia merekomendasikan untuk membatasi tambahan gula tidak lebih dari 6 persen dari kalori harian, yaitu sekitar 6 sendok teh per hari untuk sebagian besar wanita dan 9 sendok teh per hari untuk sebagian besar pria.

Davis mengatakan teh hijau dapat mendukung rutinitas yang ramah kolesterol, tetapi tidak boleh mengalihkan perhatian dari kebiasaan dengan bukti terkuat untuk menurunkan kolesterol LDL.

Mendukung kadar kolesterol yang sehat bukan hanya tentang pilihan minuman setelah makan, diet, olahraga, dan tidur secara keseluruhan sangat penting. Obat-obatan mungkin juga diperlukan untuk membantu menurunkan kolesterol.

“Menurunkan kolesterol LDL adalah pendekatan multifaset yang tentu saja dapat mencakup kebiasaan sehat seperti minum teh hijau tanpa kafein setiap hari, tetapi menambahkan kebiasaan ini saja tidak akan membuat perbedaan besar,” tambah Davis.

Kebiasaan tersebut termasuk mengganti makanan yang kaya lemak jenuh dengan makanan yang kaya lemak tak jenuh dan mengonsumsi lebih banyak makanan yang kaya serat larut, seperti oat, barley, buah-buahan, dan sayuran.

Load More