Suhardiman
Minggu, 21 Juni 2026 | 13:58 WIB
Ilustrasi anak obesitas (freepik.com/maophotostocker)
Baca 10 detik
  • Dokter Henny Adriani menyatakan pola makan tinggi natrium menyebabkan obesitas yang meningkatkan risiko hipertensi serta penyakit ginjal kronik anak.
  • Bayi lahir prematur atau dengan berat badan rendah berisiko mengalami gangguan ginjal akibat perkembangan organ yang belum optimal.
  • Orang tua diimbau menerapkan pola makan sehat dan aktivitas fisik rutin untuk mencegah kerusakan fungsi ginjal pada anak.

SuaraSumbar.id - Kasus penyakit ginjal selama ini sering dianggap hanya menyerang orang dewasa. Namun, kondisi tersebut kini banyak ditemukan pada anak-anak, terutama akibat perubahan pola hidup dan tingginya konsumsi makanan berkadar garam atau natrium secara berlebihan.

Dokter Spesialis Anak Subspesialis Nefrologi Rumah Sakit Pondok Indah dr. Henny Adriani Puspitasari, Sp.A., Subsp.Nefro mengatakan pola makan menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko penyakit ginjal pada anak.

"Kita lihat bahwa adanya pergeseran gaya hidup, terutama makanan-makanan yang mengandung asupan natrium tinggi, itu menyebabkan banyaknya anak-anak yang mengalami obesitas," kata Henny, melansir Antara, Minggu, 21 Juni 2026.

Menurut Henny, konsumsi makanan tinggi natrium dapat memicu terjadinya obesitas pada anak. Kondisi tersebut kemudian meningkatkan risiko munculnya hipertensi yang menjadi salah satu faktor pemicu penyakit ginjal kronik.

"Ketika seorang anak mengalami obesitas, maka dia punya risiko tinggi untuk mengalami hipertensi dan mengalami penyakit ginjal kronik," ujarny.

Obesitas membuat kerja berbagai organ tubuh, termasuk ginjal, menjadi lebih berat sehingga dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kerusakan fungsi ginjal.

Selain faktor gaya hidup, peningkatan kasus gangguan ginjal pada anak juga dipengaruhi oleh faktor prenatal dan neonatal, termasuk kelahiran prematur serta berat badan lahir rendah.

Menurutnya, ginjal mulai terbentuk sejak usia kehamilan delapan minggu dan proses pembentukannya berlangsung hingga sekitar 36 minggu kehamilan. Karena itu, bayi yang lahir prematur berisiko memiliki perkembangan ginjal yang belum optimal.

"Nah, kalau dia prematur berarti fungsi ginjalnya belum selesai pembentukannya," kata Henny.

Baca Juga: Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman

Ia menambahkan anak dengan faktor risiko tersebut memerlukan pemantauan kesehatan yang lebih ketat untuk mendeteksi gangguan ginjal sedini mungkin.

Untuk menjaga kesehatan ginjal anak, Henny mengimbau orang tua membiasakan pola makan sehat dengan memperbanyak konsumsi buah dan sayur serta membatasi makanan tinggi garam dan makanan olahan yang mengandung natrium dalam jumlah besar.

Selain itu, anak juga perlu didorong untuk aktif bergerak setiap hari guna menjaga berat badan ideal dan menurunkan risiko berbagai penyakit metabolik.

"Pencegahan sejak dini melalui pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk melindungi fungsi ginjal anak hingga dewasa," kata Henny.

Load More