- Dokter dr. Ramdinal Aviesena Zairinal menyatakan bahwa konsumsi obat pereda nyeri secara berlebihan dapat memicu sakit kepala kronis.
- Kebiasaan melakukan diagnosis mandiri dan penggunaan obat bebas tanpa pengawasan dokter menjadi penyebab utama munculnya dampak tersebut.
- Masyarakat perlu memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan karena sakit kepala bisa menjadi indikasi penyakit serius seperti perdarahan otak.
SuaraSumbar.id - Banyak orang menganggap sakit kepala sebagai keluhan ringan yang bisa diatasi dengan cepat dengan mengonsumsi obat pereda nyeri.
Namun, kebiasaan mengonsumsi obat sakit kepala secara berlebihan ternyata bisa menjadi penyebab sakit kepala yang terus berulang.
Dokter spesialis saraf subspesialis neurokritikal dan intensif dari RSUI dr. Ramdinal Aviesena Zairinal, Sp.N(K), menjelaskan kebiasaan mengonsumsi obat memiliki dua sudut pandang. Jika digunakan sesuai anjuran, obat bisa membantu meredakan gejala.
Sebaliknya, jika dikonsumsi tanpa mengikuti petunjuk dokter, obat dapat menyebabkan medication-overuse headache (MOH) atau sakit kepala akibat dosis obat berlebihan.
"Konsumsi obat nyerinya itu tidak sesuai dengan anjuran dokter atau mengonsumsi itu jangka panjang, misalnya obat seperti parasetamol, ibuprofen yang bisa beli bebas. Itu bisa menyebabkan kebalikannya, nyeri kepala yang disebabkan karena overuse atau kebanyakan konsumsi obat antinyeri kepala," kata Sena, melansir Antara, Minggu, 21 Juni 2026.
Ia melihat mengonsumsi obat tanpa mengikuti petunjuk dokter salah satunya disebabkan oleh self-diagnose atau diagnosis mandiri tanpa konsultasi dokter. Self-diagnose bisa terjadi setelah seseorang melihat informasi yang beredar di media sosial.
Sena juga melihat konsumsi obat tidak sesuai anjuran dokter adalah dengan membeli obat secara mandiri setelah resep pertama habis dan tanpa berkonsultasi lagi dengan dokter. Praktik itu bisa memengaruhi dosis pengobatan, misalnya obat yang tadinya diminum dua kali sehari bisa bertambah menjadi empat kali sehari.
"Padahal nanti pada satu titik bisa aja keadaannya berbalik, justru konsumsi-konsumsi obat itulah yang menyebabkan sakit kepalanya nggak hilang-hilang," ujarnya.
Sena juga menanggapi anggapan di masyarakat bahwa setiap sakit kepala itu bisa diatasi dengan obat-obatan pereda nyeri yang dijual bebas tanpa perlu diperiksa ke dokter merupakan sebuah mitos.
Menurutnya, penyebab sakit tidak hanya migran, namun, bisa juga kondisi lain seperti perdarahan otak yang perlu mendapat pemeriksaan fasilitas kesehatan.
Berita Terkait
-
Ratusan Warga Antusias Ikuti Donor Darah dan Cek Kesehatan Gratis di Sunrise Mall Mojokerto
-
Para Ahli Gizi Indonesia Dorong Inovasi Program Hidup Lebih Sehat
-
Fokus Pemulihan Kesehatan, Moka ILLIT Kembali Hiatus dari Kegiatan Grup
-
Informed Consent Bukan Sekadar Formalitas: Mengapa Dokter Wajib Bicara Langsung dengan Anda?
-
Sering Dianggap Ganas, Padahal Sebagian Besar Tumor Otak Bersifat Jinak
Terpopuler
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- 4 Sepatu Jalan Kaki Lokal Terbaik Harga Rp300 Ribuan Sesuai Review, Kualitas Jempolan
- Roy Suryo Ditangkap di Bintaro Terkait Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Sempat Diancam Borgol
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
Obesitas Berisiko Alami Penyakit Ginjal pada Anak, Pola Makan Jadi Sorotan
-
Minuman Kafein Bisa Picu Migrain, Dokter Ungkap Pola Minum yang Aman
-
Jangan Sepelekan! Konsumsi Obat Pereda Nyeri Berlebihan Bisa Picu Sakit Kepala Berulang
-
3 Cara Ampuh Atasi Kantuk Setelah Makan Siang, Biar Tetap Fokus
-
Nyeri Pinggang Menjalar hingga ke Kaki? Ini Tanda Bahaya yang Tidak Boleh Diabaikan