Lokasi tambang emas yang menewaskan 9 orang di Sijunjung. [Suara.com/istimewa]
Baca 10 detik
- Sembilan orang meninggal dunia akibat longsor di tambang emas ilegal, Situntuak, Sijunjung, pada Kamis, 14 Mei 2026.
- Peristiwa terjadi saat warga melakukan aktivitas penambangan tradisional yang menyebabkan material tanah dan bebatuan runtuh menimbun pekerja.
- Polda Sumbar melakukan penyelidikan serta menutup lokasi tambang ilegal tersebut pasca proses evakuasi seluruh korban selesai dilakukan.
- Acai (43), warga Jorong Padang Lalang, Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII.
- Marsel Buyuik (23), warga Jorong Koto Guguak, Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII.
- Ditol (40), warga Nagari Tanjung, Kecamatan Koto VII.
- Madi (24), warga Jorong Koto, Nagari Padang Laweh, Kecamatan Koto VII.
- Diok (22), warga Jorong Padang Lalang, Nagari Guguak, Kecamatan Koto VII.
Kontributor : B Rahmat
Berita Terkait
-
Tradisi Hoyak Tabuik 2026 Kembali Meriahkan Pantai Gandoriah Pariaman
-
Rumah Warga di Benhil Jakpus Hancur Gegara Tanah Longsor, Begini Penampakannya
-
Terkuak! Ini Pemicu Longsor Petamburan: Dari Abrasi Kali BKB hingga Bangunan di Sempadan
-
Kondisi Bangunan Terdampak Longsor di Petamburan
-
Begini Modus WNA Curi Emas di Wilayah Gunung Botak
Terpopuler
- 5 Shio yang Menarik Keberuntungan 28 Juni 2026, Hari Penuh Hoki dan Kesempatan
- 4 Sepatu Kanky Terlaris di Shopee, Nyaman Dipakai Seharian Sesuai Review Pembeli
- HBL Mantiri Dikukuhkan jadi Ketua BPP PPAD Gantikan Try Sutrisno
- 5 Motor Teririt untuk Buruh dan Pelajar, Dompet Tetap Aman Meski Pakai Pertamax
- 10 Promo Sepatu Lari di Sports Station: Adidas, Reebok, dan New Balance Mulai Rp299 Ribuan
Pilihan
-
Kabar Duka! Legenda Persija Si Macan Betawi Tan Liong Houw Tutup Usia
-
Takut PHK, Prabowo Putuskan Harga LNG untuk Industri USD 13/MMBTU
-
Sejarah! Timnas Voli Indonesia Kalahkan Korsel dan Juara AVC Mens Volleyball Cup 2026
-
Bumi Berguncang! Gempa 6,2 M Hantam Afghanistan, Getaran Terasa Hingga India
-
Perang Meletus Lagi! Iran Hantam Basis AS di Teluk, Gencatan Senjata Runtuh