- PPIH menyiapkan 23 dapur katering berstandar Indonesia untuk melayani kebutuhan makan jamaah haji selama di Madinah.
- Layanan katering menyediakan menu bercita rasa Nusantara dengan bumbu asli serta melibatkan koki asal Indonesia.
- Petugas melakukan pengawasan ketat terhadap kualitas makanan serta menyediakan menu khusus bagi jamaah calon haji lansia.
SuaraSumbar.id - Ibadah haji bukan hanya tentang kesiapan spiritual, namun juga soal kenyamanan fisik jamaah selama berada di Tanah Suci. Salah satu faktor penting yang sering luput dari perhatian publik adalah ketersediaan makanan yang sesuai dengan selera dan kebutuhan jamaah Indonesia.
Kabar baik datang dari Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Sebanyak 23 dapur katering telah disiapkan untuk melayani jamaah haji Indonesia gelombang pertama di Madinah.
Menu yang akan dikonsumsi jamaah bercita rasa Nusantara, sehingga tidak perlu risau selama berada di Madinah sekitar sembilan hari.
“Seluruhnya sudah diseleksi oleh Kemenhaj Republik Indonesia," kata Kepala Seksi Konsumsi Daerah Kerja (Daker) Madinah Beny Darmawan, melansir Antara, Senin, 20 April 2026.
Selama berada di Madinah, jamaah haji Indonesia akan mendapatkan 27 kali makan, atau tiga kali sehari. Pola makan ini disesuaikan dengan kebiasaan masyarakat Indonesia, yaitu sarapan pagi, makan siang, dan makan malam.
Salah satu keunikan layanan konsumsi jamaah haji Indonesia adalah penggunaan bumbu asli Nusantara.
Semua bumbu yang digunakan dalam proses memasak didatangkan langsung dari Indonesia dalam bentuk bumbu pasta siap pakai.
Juru masak juga menjadi syarat yang harus dipatuhi oleh dapur yang bekerja sama dengan Kemenhaj RI. Setiap dapur harus memiliki setidaknya dua orang koki utama dan empat orang asisten yang berasal dari Indonesia.
"Itu menjadi kewajiban dan alhamdulillah mampu dipenuhi oleh seluruh dapur yang sudah diseleksi Kemenhaj,” ujarnya.
Sementara bagi jamaah calon haji lanjut usia (lansia), menunya akan menyesuaikan agar nutrisi mereka tetap terpenuhi serta dapat disesuaikan dengan permintaan.
“Kalau untuk lansia ini sesuai kontrak yang sudah dibuat, jamaah bisa minta menu. Sebenarnya menu sama, tapi biasanya nasi buat bubur atau lebih lunak agar bisa lebih dicerna,” kata dia.
Maka dari itu, jamaah calon haji Indonesia tidak perlu khawatir dengan kondisi makanan seiring jaminan yang sudah dipastikan oleh petugas. Makanan akan dicek dan diawasi sebelum sampai di hidangan jamaah.
Pengecekan sampel dilakukan di tiga lokasi, yakni di kantor Daker Madinah, Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan di sektor tempat jamaah berada.
“Pengawasan terakhir nanti ada petugas konsumsi di hotel yang memeriksa makanannya. Pengawasan juga sudah dilakukan di kantor Daker dan KKHI,” katanya.
Berita Terkait
-
Pembekuan Izin 6 Perusahaan Hutan Imbas Karhutla, Ada Keterkaitan Bisnis Haji Isam
-
Sosok Barbarossa dan Gibran, Dua Anak Menhaj Gus Irfan yang Diangkat Jadi Tenaga Ahli Kemenhaj
-
Menteri Haji Pangku Dua Anak Sendiri Jadi Tenaga Ahli, Ada Potensi KKN
-
Alasan Gus Irfan Angkat 2 Anaknya Jadi Staf Ahli Kemenhaj: Tak Punya Staf dan Tanpa Gaji
-
Klarifikasi Lengkap Menhaj Gus Irfan Soal Isu Anak Jadi Tenaga Ahli di Kementerian Haji
Terpopuler
- Cara Menghilangkan Iklan yang Tiba-Tiba Muncul di Layar HP Android Tanpa Aplikasi Tambahan
- Ajudan Gubernur Kaltim Masuk Desil 1 DTSEN, Mensos Buka Suara
- Wabup Syaefudin Ditahan karena Kasus Korupsi, Bupati Lucky Hakim Minta Maaf ke Pemilih
- Sepasang Sepatu Nike dari Manhattan dan Cerita di Balik Sosok Jenderal Maruli Simanjuntak
- 4 Moisturizer Skintific untuk Flek Hitam Usia 40 Tahun, Wajah Cerah dan Awet Muda
Pilihan
-
Prabowo Tak Takut Ancaman MSCI, OJK: Kita Tetap Usaha Jadi Emerging Market
-
Pasar Bergejolak, Kapan Waktunya Beli, Tahan, atau Jual Saham?
-
Aktivis Greenpeace: Kalau Rakyat Menanggung Semua Krisis Sendiri, Apa Kerja Pemerintah?
-
Polisi Bunuh Polisi karena Bully, Bharatu Valdo 4 Kali Didor dan Digorok Junior
-
Kamaruddin Simanjuntak Pengacara Brigadir J Meninggal Dunia di RS Pelni
Terkini
-
Terungkap Dugaan Praktik Mucikari di Padang, Satu Pria Dibawa ke Polda
-
Jaga Kesehatan Keluarga, BRI Berikan Healthcare Privilege Eksklusif Bersama Prodia
-
Menaker Dukung Program Magang Nasional BRI untuk Cetak Talenta Muda Siap Kerja
-
Solar Subsidi Diduga Dikumpulkan di Pessel untuk Dijual ke Jambi, Polisi Tangkap Pria 53 Tahun
-
DPO Sejak 2025, Mantan Pimpinan BPR JKT-Pariaman Akhirnya Diringkus